LHOKSUKON – Geuchik dan seorang warga Gampong Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, kritis akibat dibacok pria gangguan jiwa di gampong setempat. Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku di Dusun Tgk. Di Mane Gampong Singgah Mata, Selasa, 12 Februari 2019, sekitar pukul 21.40 WIB. Saat ini kedua korban berada dalam perawatan medis di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe. Sementara pelaku telah dibawa ke RSJ.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Baktiya Barat Iptu Heri kepada portalsatu.com/, Rabu, 13 Februari 2019, menyebutkan, dua korban pembacokan yaitu, Geuchik Singgah Mata Tgk. Idris Mahmud, 53 tahun, dan M. Nurdin Usman, 55 tahun, warga setempat. Sementara pelaku, Zulfikar, 30 tahun, warga setempat.

“Pak Geuchik mengalami luka robek di pipi kiri dengan lebar sekitar 10 centimeter hingga kelihatan gigi. Ia mendapat jahitan 14 kali. Sementara M. Nurdin mengalami luka robek di bagian kepala dengan lima jahitan dan luka robek di jari telunjuk,” ujar Heri.

Heri menjelaskan, Selasa, sekitar pukul 21.40 WIB, 15-an warga datang untuk mengamankan Zulfikar dengan tujuan hendak dibawa ke rumah sakit. Kala itu, warga datang atas permintaan keluarga Zulfikar karena dia  mengamuk dan merusak perabotan rumah.

“Tanpa diduga, Zulfikar mengambil sebilah parang di dalam rumah dan mengayunkan ke arah warga yang hendak mengamankannya. Saat akan disergap oleh Nurdin, pelaku mengayunkan parang tepat di kepala Nurdin. Pak Geuchik yang berusaha membantu pun terkena di pipi kirinya. Usai pembacokan, warga berhasil mengamankan pelaku dan kemudian dibawa ke Polsek,” kata Heri.

Setelah kejadian, kata Heri, kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Baktiya dan kemudian dirujuk ke RSUD Cut Meutia. “Setelah kami selidiki melalui pegawai Puskesmas, ternyata pelaku memang mengidap gangguan jiwa selama empat tahun terakhir dan sudah dua kali dirawat di RSJ. Semalam, pelaku langsung kita rujuk kembali ke RSJ di Lhokseumawe,” ujarnya.

Heri menambahkan, “Untuk kondisi korban terkini belum kita monitor, namun semalam sudah ditangani pihak medis rumah sakit”.

“Selain sebilah parang ukuran sedang yang digunakan pelaku untuk membacok kedua korban, turut kita amankan barang bukti lainnya berupa sebilah pisau dapur yang diselipkan di pinggang pelaku,” pungkas Iptu Heri. []