BANDA ACEH – Drummer papan atas Indonesia Gilang Ramadhan menggelar percussion clinic di Taman Budaya Banda Aceh, Minggu, 28 Agustus 2016 petang. Dia merupakan salah satu penabuh drum yang dihadirkan untuk menyukseskan Aceh Internasional Rapa'i 2016, yang dilangsungkan di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh selama lima hari sejak 26-30 Agustus 2016.
Sebagai penabuh drum papan atas Indonesia, Gilang Ramadhan mempunyai selera yang cenderung ke arah musik tradisional. Gilang juga diketahui mengoleksi berbagai alat musik perkusi tradisional salah satunya gendang bali, rebana, tifa, rapa'i dan turut mempelajari sifat dan warna musik tersebut.
Di percussion clinic, Gilang Ramadhan turut berbagi tips bagaimana cara bermain drum yang baik dan benar. Dia juga menampilkan kepiawayannya menabuh drum dengan ketukan tradisional seperti pukulan rebana dan rapa'i versi alat musik drum.
Di sela-sela acara percusion clinic, Gilang Ramadhan mengaku sudah lama mempelajari alat musik tabuh seperti rapa'i. “Rapa'i sebagai penabuhan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan, apalagi rapa'i ini sudah menjadi iconnya Aceh,” kata Gilang Ramadhan.
Dia turut berbagi cerita bagaimana kedekatannya dengan alat musik rapa'i.
“Saya sudah kenal rapa'i sejak lima belas tahun yang lalu. Di rumah saya ada satu rapa'i yang sudah berumur dua ratus tahun. Rapa'i itu diberikan oleh sahabat saya dari Aceh,” kata Gilang Ramadhan.[](bna)

