“Kan lagi sepi, buang waktu saja kita menunggu sampai lampu hijau,” jelas seorang teman ketika saya tegur tentang kesukaannya melanggar rambu lalu lintas.
“Jadi jika engkau sedang tidak di rumah boleh donk orang mengambil hartamu,” tanya saya.
Sahabat!!!
Kita remeh pada sebuah pelanggaran. Apalagi yang secara kasat mata tidak ada yang dirugikan. Tapi benarkah sesederhana itu urusannya?
Pada saat kita menerobos lampu merah atau melanggar larangan lain. Sesungguhnya kita pasti melakukan 2 hal. Yaitu melanggar norma dan mengambil hak orang lain.
Melanggar norma sebab lampu merah larangan berjalan. Mengambil hak orang lain. Saat lampu merah dihadapan Anda, jalan tersebut hak orang lain.
Begitu juga saat Anda merokok di tempat umum. Anda telah melanggar hak orang lain untuk mendapat udara bersih.
Acuan hak dan bathil memang tipis. Tapi ianya jelas berbatas. Kerusakan sebuah sistem umumnya dimulai dari hal-hal kecil. Rusaknya tatanan masyarakat juga dimulai dari pelanggaran kecil.
Bangsa ini tidak segemilang bangsa lain. Sebab sistem yang disepakati dilanggar oleh penyelenggara.
Pembiaran atau pembiasaan kita melanggar yang kecil. Menyebabkan kita gagal mrncapai hal-hal besar. Bukankah sebuah benda besar gabungan dari partikel atau molekul. Yang sesungguhnya ukurannya tak kasat mata.[]




