BANDA ACEH — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meluncurkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia edisi 2017 dan Pencanangan Gerakan Menebar Sejuta Peta untuk Negeri di Kilometer Nol Sabang, Jumat, 15 September 2017.
Peluncuran Peta NKRI edisi 2017 tersebut dilakukan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof Hassanuddin Z. Abidin, dan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam di depan Tugu Nol Kilometer Sabang.
Irwandi Yusuf menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena telah memilih Sabang sebagai tempat peluncuran Peta NKRI 2017.
“Mudah-mudahan berkah sebagai kota titik 0 Indonesia menjadi pemicu semangat kita untuk memperkuat kedaulatan NKRI dari kota wisata ini,” kata Irwandi.
Irwandi juga menyampaikan, peluncuran Peta NKRI tersebut merupakan satu rangkaian dengan berbagai kegiatan lain dalam rangka memperingati Hari Informasi Geospasial yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2017.
Rangkaian kegiatan di Aceh kata Irwandi telah dimulai sejak 13 September, dan dilanjutkan dengan diseminasi peraturan perundangundangan Informasi Geospasial di Banda Aceh sehari sebelumnya. Seluruh kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.
“Salah satu poin penting dalam undang–undang itu adalah kebijakan pemerintah untuk menerbitkan satu peta atau one map policy sebagai gambaran kondisi geospasial negara kita dengan tingkat ketelitian 1 : 50.000,” kata Irwandi.
Irwandi mengatakan, kehadiran peta baru NKRI akan sangat membantu penegasan kedaulatan atas wilayah NKRI. Aktivitas navigasi kapal juga semakin terukur, demikian juga dalam pengelolaan sumber daya alam. Semuanya menjadi jelas, sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai batas-batas negara.
“Kejelasan itu kita pertegas lagi dalam peluncuran secara resmi Peta NKRI yang terbaru di Kota Sabang ini,” kata Irwandi.
Kehadiran peta ini diharapkan tidak sekadar menggambarkan posisi Indonesia dalam lingkaran dunia, tapi juga sebagai langkah awal untuk menghadirkan tentang peta yang lebih konkret tentang kondisi geospasial berbagai wilayah daerah di Indonesia.
“Peta ini akan sangat bermanfaat sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan agar lebih terarah, lebih akurat dan tepat sasaran,” ujar Irwandi.
Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof Hassanuddin Z. Abidin mengatakan, Peta NKRI edisi tahun 2017 telah diperbarui sesuai dengan dinamika perkembangan isu-isu penting dan perkembangan wilayah nasional.
Sedangkan pencanangan Gerakan Menebar Sejuta Peta untuk Negeri kata Hassanuddin, dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab Badan Informasi Geospasial dalam menyebarluaskan informasi geospasial, berupa peta kepada masyarakat Indonesia.
“Tujuan dari pembaruan peta NKRI ini agar seluruh masyarakat beserta seluruh stakeholder mendapatkan informasi dan gambaran umum tentang wilayah NKRI sesuai dengan kondisi terkini,” kata Hasanuddin yang juga putra Aceh.
Dalam Peta NKRI edisi tahun 2017 lanjut Hassanuddin, terdapat pembaharuan yang sangat signifikan terutama terkait batas maritim Indonesia. Pembaharuan terkait batas maritim ini telah diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada tanggal 14 Juli 2017 di Jakarta.
Selain pembaharuan batas maritim lanjut Hassanuddin, Badan Informasi Geospasial juga melakukan pembaharuan terkait ibu kota kabupaten/kota, pengelolaan pulau-pulau kecil terluar dan penambahan bandara strategis terkait perbatasan, penambahan kota-kota lainnya sebagai tambahan informasi serta koreksi beberapa beberapa toponim dan letak yang kurang tepat pada peta NKRI edisi tahun 2015.[]






