Kamis, Juli 25, 2024

Warga Lhoksukon Dihebohkan Penemuan...

LHOKSUKON - Masyarakat Gampong Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan penemuan mayat laki-laki...

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...
BerandaGubernur Minta Jepang...

Gubernur Minta Jepang Tambah Quota Magang Pemuda Aceh

TOKYO – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, bertemu Ketua Parlemen Jepang, Nikai Tashiro dan Wakil Menteri Hitoshi Kikawada di Tokyo, Jepang sore kemarin, Rabu, 9 Maret 2016.

Pertemuan berlangsung lebih dari satu jam, dan membahas kerjasama investasi, sektor kesehatan dan situasi keamanan Aceh.

Gubernur Zaini yang turut didampingi Rektor Unsyiah Prof. Syamsul Rizal dan Kepala Bainprom Aceh Anwar Muhammad, menawarkan kerjasama di bidang kesehatan, terutama kursus dokter spesialis jantung.

Pemerintah Aceh juga berharap kerjasama di sektor ketenagakerjaan terjalin dengan baik khususnya terkait magang pekerja Aceh di negeri Sakura tersebut.

“Dalam hal ini kita meminta kepada Pemerintah Jepang agar menambah dan memperbesar quota magang pemuda Aceh di Jepang,” kata Gubernur melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Kamis, 10 Maret 2016.

Dalam pertemuan itu, Wakil Menteri sempat menanyakan persoalan keamanan di laut Aceh, atau masalah perompak.

Terkait pertanyaan tersebut, Gubernur menjelaskan, keamanan di Aceh sudah sangat kondusif. Zaini Abdullah juga menegaskan Aceh aman untuk investasi.

“Dan yang lebih penting adalah Aceh memiliki kewenangan khusus, untuk bekerja sama dengan luar negeri tanpa harus melalui Pemerintah Pusat, dan itu dijamin oleh undang-undang kekhususan Aceh,” katanya.[](ihn)

Baca juga: