SIGLI – Pemerintah Aceh meminta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh menunda pelaksanaan tahapan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilciksung) untuk sementara menunggu putusan Makamah Konstitusi (MK).

Permintaan tersebut melalui surat Pemerintah Aceh yang bersifat segera dengan Nomor: 400.10/4007. Surat tertanggal 22 April 2025 tersebut ditandatangani, M. Nasir, S.I.P., M.P.A., selaku Plt. Sekda Aceh atas nama Gubernur.

Dalam surat dua lampiran itu, Gubernur meminta untuk relaksasi waktu pelaksanaan tahapan Pilciksung terhadap Keuchik yang berakhir masa jabatan Februari 2024 hingga Desember 2025 sampai dengan diperolehnya hasil putusan MK terkait masa jabatan Keuchik di Aceh.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa hal itu mengingat upaya hukum berupa pengujian norma hukum Pasal 115, Ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Sedangkan bagi Keuchik yang habis masa jabatan tahun 2022, 2023, hingga Januari 2024 dapat dilanjutkan tahapan Pilciksung sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku.

Mengacu pada surat tersebut dan sesuai data lampiran sebanyak 1.911 gampong yang berakhir masa jabatan Keuchik pada Februari 2024 hingga Desember 2025 dari 6.500 gampong tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh harus ditunda pelaksanaannya.

Berikut jumlah gampong per kabupaten/kota yang diminta ditunda tahapan Pilciksung:

– Aceh Selatan: 231 gampong
– Aceh Tenggara 5 gampong
– Aceh Timur 167 gampong
– Aceh Tengah 144 gampong
– Aceh Barat 3 gampong
– Aceh Besar 128 gamp;pong
– Pidie 135 gampong.
– Aceh Utara 281 gampong
– Seumelu 42 gampong
– Aceh Singkil 0
– Bireuen 253 gampong
– Aceh Barat Daya 3 gampong
– Gayo Lues 31 gampong
– Aceh Jaya 130 gampong
– Nagan Raya 0
– Aceh Tamiang 3 gampong
– Bener Meriah 122 gampong
– Pidie Jaya 83 gampong
– Banda Aceh 37 gampong
– Sabang 2 gampong
– Lhoksumawe 31 gampong
– Langsa 47 gampong
– Subulussalam 33 gampong.

Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Kabag Pemerintahan, Almanza, kepada portalsatu.com/, Rabu, 23 April 2025, membenarkan surat dari Gubernur sudah diterimanya. Saat ini, kata dia, masih menunggu disposisi pimpinan untuk dapat diteruskan kepada Camat.

“Benar, kami sudah menerima surat permintaan penundaan Pilciksung dari Gubernur. Saat ini sedang proses disposisi Bapak Bupati untuk diteruskan kepada Camat guna ditindaklanjuti,” jelas Almanza.[]