JANTHO – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah meninjau lokasi Inseminasi Buatan Sapi Aceh di Balai Inseminasi Buatan (IB) Dinas Peternakan Aceh, di kawasan Saree, Selasa, 9 Mei 2017.
Zaini Abdullah tiba di lokasi, tepatnya di Gampong Sukdamai, Kecamatan Lembah Seulawah sekitar pukul 17.00 WIB dan disambut langsung oleh Dinas Peternakan Aceh.
Setelah beristirahat sejenak, Zaini Abdullah kemudian meninjau lokasi pengembangan sapi Aceh dan melihat lansung proses demonstrasi Inseminasi Buatan yang dilakukan petugas Dinas Peternakan Aceh. Zaini Abdullah pun juga ikut melakukan inseminasi buatan bersama petugas.
Zaini Abdullah gembira melihat perkembangan peternakan di Aceh, terutama sapi Aceh yang saat ini terus dilakukan Dinas Peternakan Aceh.
“Kita sangat gembira, karena sekarang kita bisa mengembangkan sendiri sapi-sapi Aceh,” ujar Zaini.
Zaini mengharapkan dengan adanya program inseminasi buatan akan mempercepat pengembangan, baik sapi Aceh maupun jenis sapi lainnya.
“Dengan adanya pengembangan seperti ini, kita harap akan mampu memenuhi kebutuhan sapi di Aceh,” ujar Zaini.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zulyazaini Yahya mengatakan, ada sekitar 380 induk sapi yang dikembangkan di lokasi tersebut. Menurutnya UPDT Inseminasi Buatan telah mampu memproduksi dan menghasilkan sperma beku sapi Aceh, sehingga tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah.
“Dari Inseminasi buatan ini telah lahir beberapa anak sapi,” ujar Zulyazaini.
Lebih lanjut Zulyazaini menjelaskan, lokasi tersebut juga direncanakan sebagai Pusat Unit Pembibitan Ternak. Sebanyak 380 ekor sapi induk yang sudah ada akan dijadikan bibit dan hasilnya baik jantan maupun betina akan diserahkan kepada masyarakat untuk penggemukan atau pengembangan.
“Terkait mekanismenya bagaimana, apa dalam bentuk hibah atau mawah itu akan kita atur nanti,” ujar Zulyazaini.
Dia berharap, kedepan Pemerintah Aceh tidak perlu lagi memasok sapi dari luar Aceh, karena sudah bisa dikembangbiakkan di Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Zulyazaini juga menyampaikan bahwa di masa kepemimpinan Zaini Abdullah, Aceh telah menghasilkan empat plasma Nutfah yang diakui Nasional. Ke empat Plasma Nutfah tersebut adalah Sapi Aceh, Kerbau Siemeulue, Kuda gayo, dan Kerbau Gayo.
“InsyaAllah, kedepan kita berharap Aceh menjadi lumbung ternak yang berbasis lokal,” ujar Zulyazaini.[]

