IMAM Syafi'i belajar membaca Al-qur`an, kemudian setelah ia sudah dapat membaca Al-qur`an, ia pindah ke suatu desa yang banyak dihuni oleh orang arab yaitu desa Huzail, dan di desa inilah ia mendalami belajar bahasa Arab beserta sastranya. Setelah merasa cukup dan menguasai bahasa Arab Imam SYafi'i  pindah ke Mekkah untuk memperluas wawasannya tentang keislaman, yaitu ia mempelajari ilmu tafsir, fiqh dan hadis pada guru-gurunya yang banyak, yang negerinya di antara satu dengan yang lain berjauhan.
 
Guru-guru Imam Syafi'i yang masyhur di antara lain di Mekah: Muslim ibn Khalid al-zanj?, Ismail ibn Qusthantein, Sofyan ibn Ujainah, Sa’ad ibn Abi Salim al-Qaddah, Daud ibn Abdurrahman al-Athar, Abdul Hamid ibn Abdul Azizi. Sebagai anak yang rajin dan tekun belajar, beliau dalam usia muda sudah menguasai ilmu-ilmu yang diserap dari gurunya. Pada usia 20 tahun Imam Syafi'i belum puas dengan ilmu yang diperoleh di Mekkah, akhirnya dirinya memutuskan untuk pindah ke Madinah dan belajar dengan guru-guru terkemuka.
 
Guru-guru Imam Syafi'i di Madinah di antaranya adalah: Ibrahim ibn Mas’ud al-Anshari?, Abd Al-Aziz ibn Muhammad al-Darurd?, Ibrahim ibn Abi Yahya al-As?m?, Muhammad ibn Sa’ad, Abdullah ibn Nafi’, dan imam M?lik ibn Anas, Karena kecerdasannya yang tinggi akhirnya ia diangkat sebagai asistennya Imam Malik. Setelah ia memperdalam ilmu agama di Madinah, ia melanjutkan perjalanannya ke Irak untuk belajar dan berdiskusi dengan para ulama yang berada di Irak di antaranya adalah: Wak?’ ibn Jarrah, Humad ibn Usamah, Ismail ibn Ulyah, Abdul Wahab ibn Abdul Majid, Muhammad ibn Hasan, Qadhi ibn Yusuf. Ia berada di Irak kurang lebih selama dua tahun untuk mempelajari fiqh Hanafi.
 
Setelah beliau banyak bergaul dan berdiskusi dengan para ulama, lalu ia kembali lagi ke Madinah dan bergabung kembali dengan kelompok pengajian Imam Malik selama lima tahun ia tinggal di Madinah, lalu ia mengembara ke negeri Yaman dan di kota itu ia diangkat sebagai kepala pemerintahan di Najran. Karena ia merasa tidak pantas dan tidak cocok menduduki jabatan tersebut lalu ia kembali lagi ke Mekkah dan tinggal di Mekkah selama tujuh belas tahun. Guru-guru Imam Syafi'i di Yaman di antaranya adalah: Mathrar ibn Mazir, Hisyam ibn Abi Yusuf Qadli Syam’a, Umar ibn Abi Salamah (pembangun mazhab al-Auza’?, Yahya ibn Hasan (pembangun mazhab Leits).[]