Internasional Model United Nation (IMUN) adalah simulasi akademik Perserikatan Bangsa-Bangsa di mana para peserta memainkan peran sebagai delegasi dari berbagai negara dan berusaha untuk menyelesaikan masalah-masalah global yang nyata dengan kebijakan dan perspektif negara mereka masing-masing yang ditugaskan. Ini adalah sistem pembelajaran dengan melakukan metode belajar tentang diplomasi, hubungan internasional, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Internasional Model United Nation merupakan kesempatan yang menarik untuk memperdebatkan masalah yang dihadapi para pemimpin dunia serta untuk menyusun resolusi dunia dalam menanggapi masalah-masalah global dan bekerja dengan orang lain yang sama-sama termotivasi dan bersemangat tentang topik-topik yang diperdebatkan.
Kesempatan yang dinamis ini hanya dapat dicapai oleh konferensi sebesar saat ini, menjadikan IMUN salah satu simulasi unggulan PBB di dunia. IMUN bertujuan untuk menyediakan platform bagi kaum muda untuk belajar tentang pemikiran kritis diplomasi, berbicara di depan umum dan konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tujuan akhir dari IMUN adalah untuk mendorong kaum muda agar menyadari masalah-masalah internasional, memahami dan mencoba membentuk solusi yang mungkin untuk menyelesaikan masalah-masalah global. Diharapkan melalui IMUN, peserta dapat belajar bagaimana pentingnya menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kebutuhan masyarakat internasional.
Acara ini diikuti oleh peserta seluruh dunia, Prancis, Jerman, Amerika, India, China, Vietnam dan negara belahan dunia lainnya.
Indonesia sendiri mengirim empat perwakilan untuk tahun ini, salah satunya Riski Maulana yang merupakan Alumni Pesantren Modern Misbahul Ulum, Lhokseumawe Aceh, yang saat ini menjabat sebagai salah satu guru muda di Misbahul Ulum. Riski Maulana juga tercatat sebagai Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe (IAIN Lhokseumawe) semester pertama pada jurusan Tadris Bahasa Arab.
Tahun ini IMUN diselenggarakan di Malaysia bertepatan di Taylor's University dari tanggal 22 – 24 November 2019, dan dalam acara ini para delegasi mendapatkan kesempatan untuk menampilkan kebudayaan dan skill di malam terakhir IMUN untuk dipertontonkan kepada seluruh negara kebudayaan masing-masing delegasi.[]
Kiriman Fahmi/Taufik Sentana



