Oleh: Yulia Ekawati
Dalam video sambutan Anies Baswedan di portal Guru Pembelajar menyebutkan asal kata guru adalah pemecah kegelapan. Di pundak gurulah tanggung jawab membuka pelita cakrawala berpikir dan berkarya siswa. Peran guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga guru di tuntut senantiasa melakukan berbagai peningkatan kualitas diri dan kemampuan profesionalnya, hingga belajar sepanjang hayat adalah keharusan bagi semua guru.
Kemampuan profesional dan pedagogik guru yang memang dinilai rendah, tidak dapat di pungkiri lagi oleh para guru, hal ini dibuktikan dengan hasil UKG yang di tunjukkan kehadapan para guru. Walaupun ada beberapa guru yang hasil UKGnya tinggi bukanlahbukanlah suatu jaminan penentu keberhasilan mutu lulusan, namun UKG hanya sekelumit gambaran kemampuan para guru secara umum.
Melihat hasil rata-rata UKG guru, kita tidak perlu hanya mengkambing hitamkan guru, dalam mencari penyebab merosotnya nilai UKG, karena hal itu hanyalah akan menghabiskan waktu dan energi, tidak juga para pakar pendidikan boleh seenaknya menghujat guru dalam acara-acara temu wicara di televisi. Namun lihatlah wajah Indonesia di depan sana, mari kita mencari solusi yang terbaik untuk membenahi segala sudut kekurangan yang kita temukan dalam dunia pendidikan kita.
Guru dan Guru Pembelajar
Apa itu Guru Pembelajar?
Guru pembelajar adalah sebuah program yang dikembangkan oleh Kemdikbud pasca UKG tahun 2015 lalu. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru yang melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orang tua siswa. Artinya guru diminta lagi belajar untuk meningkatkan kompetensinya lewat pelatihan baik berupa tatap muka maupun online.
Sasaran program peningkatan kompetensi guru pembelajar adalah guru pada semua jenjang satuan pendidikan mulai dari TK, SD, SLB, SMP, SMA, dan SMK yang telah mengikuti UKG tahun 2015 yang dikelompokkan berdasarkan jumlah modul yang harus dipelajari menurut Peta Guru Pembelajar.
Diharapkan dengan adanya program ini guru akan sungguh-sungguh belajar dan dapat mengembangkan kompetensinya hingga hal ini akan berdampak baik pada diri guru tersebut dan juga anak didiknya. Karena dalam proses pembelajaran sangatlah dibutuhkan guru-guru yang dapat mengikuti perkembangan informasi pengetahuan yang begitu cepat berkembang.
Begitu pentingnya guru dalam pendidikan, guru adalah jantungnya pendidikan, hingga guru tidak akan dapat digantikan oleh teknologi, secanggih apapun teknologi itu. Guru yang memiliki peranan penting dalam pendidikan adalah guru yang tidak hanya mengajar, namun mendidik, bahkan menginspirasi, hingga pada batas menggerakkan.
Mengajar hanyalah menuang ilmu yang dipunyai guru kepada siswa, namun mendidik lebih pada mengubah perilaku siswa, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti hingga mengerti. Guru yang menginspirasi adalah yang dapat mengilhami siswa dan lingkungan sekitarnya, hingga menggerakkan yang akan dapat membangkitkan dan membangun perasaan, hingga guru akan menjadi sosok yang dapat di banggakan, digugu dan ditiru.
Untuk mencapai hal tersebut, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun semua itu membutuhkan proses, waktu dan peran serta semua pihak dengan penuh keikhlasan. Seorang guru senantiasa dituntut untuk belajar dan terus belajar, sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi dalam menghadapi era globalisasi. Belajar adalah suatu kebutuhan, jika siswa kita terus belajar, maka kitapun harus belajar. Jika perut terasa lapar saat kita tidak makan, kenapa pula jiwa dan pikiran kita tidak merasa lapar saat kita tidak belajar.
Wajah masa depan Indonesia setiap hari kita saksikan di ruang kelas kita, bagian dari mereka suatu saat akan menjadi guru, dokter, seniman, tentara, politikus, dan berbagai profesi lainnya bahkan bukan tak mungkin nantinya ada yang akan menjadi seorang mentri atau presiden. Seratus tahun kemerdekaan Indonesia, merekalah yang menyaksikan, mereka adalah generasi emas yang dipercayakan kepada kita, mari kita atur langkah bersama, memberi yang terbaik pada mereka.
Mari Bergerak Bersama Kami Guru
Jantung bukanlah satu-satunya unsur yang menggerakkan tubuh, namun sistem yang menggerakkan tubuh amatlah komplit dan rumit, begitu pula pendidikan indonesia kita, tidak hanya guru yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di negri tercinta ini. Karena unsur dari suatu lembaga pendidikan tidak hanya guru dan siswa. Namun ada berbagai pihak yang terkait didalamnya.
Ketika satu sisi tuntutan terhadap output dari sistem pendidikan diharapkan baik, maka sistem yang bekerja dalam proses pendidikan itu haruslah seiring sejalan. Adanya komunikasi yang baik dan sehat dari semua unsur yang terkait dalam pendidikan sangatlah penting.Unsur-unsur yang memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah orang tua, lingkungan, sekolah dan juga media. Di lingkungan sekolah ada kepala sekolah, guru dan siswa. Kemudian pihak pengawas dan dinas pendidikan. Selanjutnya orang tua, lingkungan sekitar sekolah dan lingkungan sekitar rumah siswa.
Semua unsur haruslah paham dengan peran dan tupoksinya masing-masing, juga haruslah satu tujuan, yaitu memperbaiki mutu pendidikan. Ketika guru benar-benar bangkit menjadi guru pembelajar, yang membelajarkan dirinya sendiri dan juga para siswanya, maka mari unsur-unsur yang lain juga bekerja sama membantu kami para guru.
Kepala sekolah sebagai top menager di satuan pendidikan, harus mampu mengayomi dan berkomunikasi dengan guru, warga sekolah dan lingkungan untuk menyampaikan berbagai informasi tentang peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan diri, kepala sekolah adalah mitra atau patner kerja para guru, bukan sebagai seorang raja yang harus didengar tanpa boleh memberikan masukan atau bantahan. Kepala sekolah harus mampu menciptakan suasana kondusif bagi warga sekolah dan lingkungannya.
Orang tua sebagai penanggung jawab terhadap anaknya, senantiasa memberikan kepercayaan kepada guru untuk mengajar, mendidik, dan membimbing siswa serta mendukung semua kebijakan yang diambil oleh guruuntuk memperbaiki perilaku siswa dari tidak baik kearah yang lebih baik. Orang tua memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas anak didik untuk memperbaiki sikap dan perilaku yang beranggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat. Kerja sama yang baik sangatlah membantu guru dalam memperbaiki perilaku siswa yang menyimpang.
Untuk mencapai harapan dan impian pendidikan yang berkualitas dan mutu lulusan yang siap bersaing di era globalisasi, melibatkan peran semua pihak yang berkaitan dengan pendidikan untuk menyatukan persepsi yang sama, dan tidak ada yang saling menyalahkan dan menyudutkan.
Keberhasilan pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru pembelajar ditentukan oleh kesungguhan semua pihak dalam melaksanakan program pembelajaran yang telah di atur. Program peningkatan kompetensi guru pembelajar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan, sehingga dapat melakukan pembelajaran yang menarik, berinovasi, aktif, kreatif dan menyenangkan sesuai materi yang dibelajarkan.[]
*Yulia Ekawati, guru SDN 2 Tijue Percontohan, Pidie. e-mail: yulia_eka77@yahoo.co.id







