LHOKSEUMAWE – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Utara telah melaksanakan Musyawarah Masyarakat Pendidikan (MMP) di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Senin, 5 Desember 2022. Hasil seleksi anggota MPD terpilih 20 orang.
H. Razali terpilih sebagai Ketua MPD Kabupaten Aceh Utara periode 2023-2027. Wakil Ketua I Zurkarnaini, Wakil Ketua II Tgk. Syarifuddin, dan Wakil Ketua III Tgk. Fauzan.
Kegiatan yang dibuka Sekda Aceh Utara, Dr. A. Murtala, M.Si., mewakili Pj.
Bupati itu turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Utara, para Asisten, para Kadis, para kepala sekolah, komite sekolah, mewakili lembaga pendidikan dayah, Kemenag, para K3S, dan akademisi.
Sekda Murtala dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada MPD atas dilaksanakannya MMP Kabupaten Aceh Utara. “Kegiatan ini bernilai sangat strategis karena ini merupakan salah satu bentuk perkembangan dinamika pendidikan. Selain itu, juga untuk peningkatan mutu pelayanan menuju pendidikan bermutu khususnya di Aceh Utara,” tuturnya.
“Pelaksanaan pembangunan pendidikan itu harus berjalan bersama–sama dan seirama dengan sarana pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, dalam rangka menunjang keberhasilan pembangunan pendidikan tentu saja yang amat berperan di sini adalah pengelola atau pelaksana dari pembangunan pendidikan itu sendiri, juga tugas kita bersama. Mutu dan kualitas pendidikan merupakan bidang yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian dalam pembangunan daerah. Kerja untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan,” ujar Murtala.
“Kita menyadari sepenuhnya bahwa mutu pendidikan kita masih belum memuaskan dan belum mencapai sasaran sebagai mana yang diharapkan. Untuk itu, dibutuhkan konstribusi dari berbagai kalangan pendidik, tenaga pendidikkan, pakar pendidikan, dan masyarakat pendidikan, serta seluruh komponen pemangku kepentingan pendidikan untuk melahirkan ide-ide cemerlang dan konsep-konsep pendidikan yang unggul,” ucap Murtala.
Menurut Murtala, pendidikan merupakan satu-satunya jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, problematika dan tantangan dunia pendidikan zaman sekarang semakin berat dan kompleks. Secara garis besar permasalahan pendidikan yang dihadapi saat ini, di antaranya adalah degradasi nilai-nilai akhlak dan moral anak didik akibat pengaruh pemanfaatan teknologi informasi secara keliru, dan tidak tepat seperti penggunaan internet, android, televisi, game, dan berbagai varian lainnya.
Sehingga, kata Murtala, berbagai faktor tersebut turut mempengaruhi kualitas dan mutu pendidikan. Untuk mengatasi berbagai hambatan dan tantangan besar dunia pendidikan itu dibutuhkan regulasi yang grounded (mendasar) untuk melahirkan kebijakan-kebijakan di bidang pendidikan secara strategis, serta memiliki daya redam terhadap berbagai tantangan yang dihadapi, dan memiliki daya ungkit untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Aceh Utara.
“Meskipun membangun dunia pendidikan selalu dihadapkan pada problematika yang kompleks. Namun, jiwa pendidikan selalu optimis untuk menemukan jalan keluar dan solusi. Kita semua meyakini sebaik-baik solusi pendidikan adalah mengintegrasikan nilai-nilai syariat Islam dalam kurikulum pendidikan kita. Jika dicermati sesungguhnya visi-misi Penjabat Bupati Aceh Utara salah satunya menghendaki agar proses pendidikan menghasilkan anak didik yang menguasai Alquran dan memahami dengan benar, serta mengamalkannya sesuai tingkat dan jenjang pendidikan, serta kompetensi menguasai Alquran. Pengamalan ini akan kita jadikan produk unggulan pendidikan di Aceh Utara melalui rancangan regulasi yang akan dihasilkan,” ujar Murtala.
Oleh karena itu, Murtala menyebutkan,
dengan diselenggarakan MMP Kabupaten Aceh Utara periode 2023-2027 oleh MPD ini akan menghasilkan rumusan-rumusan yang cemerlang dalam rangka membangun pendidikan bermutu di Aceh Utara.
“Tentunya kita harapkan akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas untuk membangun pendidikan di bumi Pase ini,” ucap Murtala.[](rilis)





