MENJAWAB pertanyaan para jamaah pengajian di Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) tentang bagaimana hakikat wanita Tarim, Habib Ibrahim bin Muhammad bin Salim memberikan sedikit gambaran tentang kehidupan sehari-hari wanita-wanita di Tarim, Yaman.
Saat pengajian di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh,Rabu, 28 November 2018, maam, itu Habib Ibrahim mengatakan keadaan yang ada di Yaman hampir sama dengan di Aceh. Namun ada khususiyah bagi penduduk negeri Yaman itu adalah seperti sabda Nabi Muhammad SAW, adalah keesempurnaan iman itu ada pada penduduknya, dan Rasulullah mencintai Yaman.
“Maka apa yang telah diterapkannya di Aceh dengan diterapkannya syariat Islam maka sudah pasti ini menjadi bahagian daripada Rasulullah, dan Rasulullah akan menjadi bahagian daripada negeri Aceh ini,” katanya.
Berbicara tentang wanita-wanita Tarim, wanita di sana sangat terpelihara dan mulia. Dan Habib juga mengakui bahwa kehadirannya ke Aceh saat ini juga adalah sangat dipengaruhi oleh keberkahan dari wanita Tarim, karena wanita Tarim itu sangat mulia.
“Wanita Tarim adalah guru pertama untuk anak-anaknya untuk memasukkan keimanan secara total ke dalam hati, serta mengajari akhlak, sementara orang tua laki-lakinya sibuk mengajar kepada para pelajar di madrasah-madrasah dan sibuk dengan dunia mereka sendiri di luar. Maka yang menghirau atau yang menjaga anak-anak dengan keimanan dan mahabbah itu adalah ibu mereka, dan saya sendiri juga mengalami hal itu,” kata Habib Ibrahim.
Maka hakikat dari seorang ibu ini adalah yang menjadi guru, yang menjadi masjid bahkan jadi imam bagi anak- anaknya, dan semua itu berawal daripada ibu. itu adalah tugas dari seorang wanita dan tugas ini adalah sangat besar. Berbeda dengan penafsiran secara umun yang terjadi sekarang adalah menyangka bahwa tugas dari wanita hanya memasak, dan mencuci pakaian. Namun sebenarnya tugas wanita yang agung adalah menjadi madrasah bagi anak-anaknya.
“Inilah tugas daripada wanita, dan tugas daripada wanita itu sangat besar dan mulia sekali,” kata Habib.
Dan salah satu sebab kenapa terjadi pernikahan antara si wanita dan si lelaki adalah karena hikmahnya si wanita memberikan kebaikan kepada si laki-laki, dan si laki-laki memberikan kebaikan kepada si wanita. Sehingga masyarakat menjadi masyarakat yang sempurna, dan ini hakikat Islam. Sebagian orang yang berpikir secara negatif menjadikan ini semacam hanya syahwat, dan ini adalah satu kesalahan.
Habib mengatakan bahwa wanita dalam Islam itu sangat berbeda sekali dengan persepsi orang-orang kafir. Dalam persepsi orang-orang kafir diharapkan wanita itu menjadi orang-orang bebas. Bebas membuka auratnya dan bebas terhadap apapun yang ingin mereka lakukan, namun itu sebenarnya akan menjatuhkan martabat dari wanita itu sendiri.
“Kebebasan yang diberikan dalam Islam adalah kebebasan wanita itu menjadi madrasah tempat mendidik generasi-generasi ke depan, dan ini tugas yang sangat diagungkan dalam Islam,” katanya.
Namun Habib Ibrahim tidak bisa mengatakan bagaimana hakikat wanita-wanita Tarim, tapi bila kita ada kesempatan ziarah ke Tarim maka akan melihat sendiri bagaimana hakikat wanita Tarim di sana. Bahkan saat ini mulai masuk fitnah-fitnah ke dalam rongga rumah-rumah wanita Tarim. Tapi negeri Tarim masih mendapatkan pemeliharaan dari Allah, ini semua berkat mahabbah kepada agama yang mulia ini.
Habib Ibrahim mengatakan, istri dari guru beliau yang mulia Habib Umar bin Hafidz guru di Darul Musthafa di Tarim, senantiasa istri Habib Umar mengajarkan para wanita di darul zahara tentang adab kepada wanita-wanita yang datang dari berbagai dunia seperti Kamboja, Indonesia dan sebagainya.
Tentang Darul Musthafa binaan Habib Umar bin Hafidz, di sana mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan yang dimulai dari tazkiah, kedua ilmu, dan ketiga dakwah.
“Tazkiah adalah pembersihan dalam jiwa kita dan itu tidak mungkin bisa diperoleh kecuali dengan adanya ilmu. Tetapi kita juga tak mungkin mendapatkan ilmu dengan tidak adanya tazkiah. Dakwah juga tak mungkin dilakukan dengan tanpa ilmu dan tazkiah. Maka orang yang memiliki ketiga kriteria itu akan menjadi bahagian dari Darul Musthafa,” kata Habib.[]





