ACEH BESAR – Sebanyak 180 atlet Kabupaten Aceh Besar dari 29 cabang olahraga yang akan mengikuti kompetisi pada event Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII di Kota Jantho, Aceh Besar, terus mengasah kemampuan fisik, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Penanggung jawab sekaligus Ketua Tim Tes Fisik, Dr. Mansur, M.Kes., mengatakan, latihan ini merupakan untuk memastikan kesiapan, perkembangan dan kekuatan fisik para atlet yang akan dipersiapkan untuk menjadi kontingen Aceh Besar, akan berlaga pada November 2018 mendatang.

"Tes fisik hari ini merupakan gelombang kedua, dimana pada gelombang pertama para atlet ini sudah mengikuti ketika diadakan di Stadion Mini Unsyiah, pada akhir Juni 2018 lalu. Para atlet yang ikuti tes fisik kali ini ada 180 atlet dari beberapa cabang olahraga," kata Mansur, kepada portalsatu.com/, Sabtu, 18 Agustus 2018, sore.

Items yang dilakukan, lanjut Mansur, yaitu daya tahan jantung dan paru, dimana kesemua atlet tersebut dilakukan tes shitup, lari dan beberapa tes lainnya. Namun hasil tes kemampuan fisik yang telah dilakukan beberapa waktu, masih belum menunjukkan hasil yang maksimal.

“Kita berharap dengan rentang waktu yang masih tersisa dapat memperbaiki kualitas atlet tersebut. Kita juga meminta kerja keras pelatih untuk terus melatih para atlet di bidang fisik khususnya dalam rangka mengahadapi prakompetisi di bulan November 2018 nantinya,” kata Mansur.

Mansur juga berharap Aceh Besar selaku tuan rumah harus jadi juara umum terutama di cabang individu.

Kepada semua pihak untuk terus memperbaiki fisik dengan waktu yang tersisa dengan rentang waktu dua bulan lagi.

“Untuk meningkatkan prestasi para atlet ini, semua elemen harus terlibat aktif dan tidak bisa disalahkan atlet. Pelatih dan pengurus harus duduk bersama memperbaiki melihat sama-sama untuk mengevaluasi agar kedepan Aceh Besar dapat meraih juara umum,” ujar Mansur.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Aceh Besar, Yusri A, S.Pd., menyebutkan, pada hakikatnya di bidang keolahragaan bahwa tes fisik itu sangat dibutuhkan, yang pertama adalah untuk mengukur pada cabang bersangkutan, beberapa cabang ini sudah di pantau oleh ahlinya, pelatihnya mungkin ada yang kurang. Maka untuk mengatasi kekurangan ini akan ditambah untuk kebutuhan atlet dalam mengikuti kompetensi nanti.

Kemudian setelah tes fisik tersebut, menurut Yusri, ada atlet yang akan dikurangi, dikurangi adalah atlet yang tidak mencapai target yang telah ditentukan oleh pelatih. 

“Kami (Pemkab) harus menyelesaikan dua event besar, yaitu event pembangunan sarana dan prasarana untuk tempat bertanding, dan harapan harus mendapatkan juara umum selaku tuan rumah,” ujarnya.

Yusri menambahkan, jika dilihat dari keseriusan pelatih, dan panitia memang sangat serius. Ada peningkatan kualitas atlet dalam rangka menghadapi kompetisi tersebut, pelatih pun tidak pernah berhenti membuat satu seleksi untuk para atlet itu, guna menghasilkan yang maksimal. 

“Untuk kuota, Aceh Besar sebagai tuan rumah itu harus memiliki lebih dari 400 orang, dari semua cabang olahraga.

Kita tidak menggugurkan para atlet yang melakukan tess fisik ini, akan tetapi kualitas atlet sendiri yang gugur dengan sendirinya, dan artinya bukan digugurkan,” ujar Yusri.[]