LHOKSUKON – Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, menghadiri acara penutupan zikir dan pembacaan raja salawat di halaman Kantor Kecamatan Pirak Timu, Selasa malam, 20 Februari 2018.
Zikir yang dilaksanakan selama tujuh malam berturut-turut itu dilakukan untuk meminta kepada Allah Swt agar diturunkan hujan, mengingat sekitar 1.400 Ha sawah di kawasan tersebut dilanda kekeringan.
Pembacaan raja salawat dipimpin Teungku H. Abu Bakar atau Abon Buni, pimpinan Dayah Ashhabul Yamin di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Turut hadir di lokasi Muspika Pirak Timu, mukim, geuchik dan ratusan warga Kecamatan Pirak Timu.
Usai pembacaan raja salawat, di hadapan masyarakat yang hadir Abon Buni menyampaikan tiga hal kepada Sidom Peng.
“Pertama loen kaloen, lage Pak Wabup jok keu dayah loen mon bor 150 mete dikueh, masya Allah diteubit ie. Aleuh nyan masalah irigasi ngen jalan meu abe sit han jeut tapeugah le (Pertama saya lihat, seperti Wabup berikan untuk dayah saya sumur bor dengan kedalaman 150 meter, masyaAllah airnya. Setelah itu persoalan irigasi dan jalan berdebu memang tidak bisa dibilang lagi),” ujar Abon Buni.
Menanggapi hal itu, Sidom Peng mengatakan, persoalan tersebut akan dibicakan bersama dinas terkait. “Mengenai sumur bor akan kita buat di Pirak Timu, namun Muspika bersama tokoh masyarakat saya harap memberikan lokasi di mana baiknya digali. Setelah lokasi ditentukan, kita akan minta dinas terkait turun,” terang Sidom Peng.
Terkait persoalan jalan di Pirak Timu, kata Sidom Peng, kemarin telah digelar rapat bersama Pertamina Hulu Energi (PHE) dan DPRK Aceh Utara.
“Soal pembebasan lahan dari awal sudah kita usul Rp20 miliar ke provinsi. Namun dalam perjalanan kita minta Rp10 miliar, untuk Krueng Pase Rp8 miliar, dengan total Rp18 miliar. Ini kita fokus dan insya Allah kedua item ini masih ada dan dalam pembahasan anggaran di tingkat provinsi. Kita doakan bersama poin ini jangan hilang lagi,” kata Sidom Peng. []



