BLANGKEJEREN – Warga Empat Desa di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues yang merupakan korban banjir dan tanah longsor mulai menagih janji pemerintah, warga mendesak apa yang telah dijanjikan pemerintah segera direalisaskan.

Pernyataan itu disampaikan H. Ibnu Hasim Anggota DPRK Gayo Lues, Jum’at, 1 Mai 2025 setelah beberapa orang warga mengadukan nasip mereka ke anggota dewan pascabencana, serta mengadukan janji pemerintah yang belum dipenuhi.

“Warga Desa Pasir, Uyem Beriring, Pulo Gelime dan Setul mengadu kepada kami, bahwasanya keadaan korban banjir dan tanah longsor di sana sedang tidak baik-baik saja, dan butuh perhatian serius dari pemerintah,” katanya.

Warga juga mengatakan bahwa janji pemerintah untuk korban banjir dan tanah longsor masih belum dipenuhi, seperti bantuan logistik, peralatan-peralatan, bantuan keuangan, dan bantuan lainya.

“Kita meminta kepada pemerintah agar segera merealisasikan bantuan yang pernah diucapkan saat bulan Ramadan kemarin, jangan sampai warga menyebut bahwa janji itu hanya sebatas omon-omon saja,” ujarnya.

Saat ini kata H. Ibnu Hasim, banyak korban banjir merasa kecewa dengan pemerintah akibat bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH), logistik, bantuan modal usaha untuk pemulihan ekonomi masyarakat juga tak kunjung terealisasi.

“Masyarakat merasa sangat sedih dan kecewa, kehidupan mereka bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya, tidak ada tempat mengadu, dan tidak ada kepastian tentang nasip mereka,” ujarnya.

Yang menyedihkan dan sangat menyayat hati warga kata Ibnu Hasim, di berbagai media disebutkan banyak anggaran yang digelontorkan untuk pemulihan bencana, apakah semuanya hanya sekedar menghibur perasaan sedih warga atau ada aksi nyatanya, semua itu masih dinantikan korban banjir dan tanah longsor Gayo Lues.[]