LHOKSUKON — Jalan lintas menuju makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia di kawasan hutan lindung Gunung Lipeh, Ujung Krueng Keureuto, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara masih sulit dilalui dan luput dari perhatian pemerintah. Kondisi jalan licin dan berlumpur, serta ditutupi hutan dan longsor.
Hal ini mengusik perhatian anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma.
“Saya merasa prihatin, tidak seharusnya kondisi ini luput dari perhatian kita semua. Cut Meutia adalah Pahlawan Nasional dan syuhada. Tidak seharusnya jalan menuju makam beliau kondisinya seperti ini, sangat menyedihkan,” ujar Haji Uma, kepada portalsatu.com/, Selasa, 26 Desember 2017.
Kata Haji Uma, untuk pembersihan jalan menuju makam Cut Meutia sepanjang 23 kilometer dari Gampong Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, masyarakat setempat telah mendapatkan satu unit alat berat beko yang dipinjamkan oleh Pemkab Aceh Utara.
“Alat beratnya sudah ada, namun mereka terkendala bahan bakar sebanyak 2 ton untuk mengoperasikan beko. Masyarakat minta ke saya dibantu 1 ton, namun saya bantu keseluruhan 2 ton, mengingat Cut Meutia merupakan pahlawan bangsa Aceh, pahlawan kita semua,” ucap Haji Uma.
Haji Uma menyebutkan, pembersihan jalan menuju makam juga akan bermanfaat bagi masyarakat yang berkebun sawit di sekitar lokasi. Selama ini masyarakat kesulitan memetik hasil sawit karena kondisi jalan yang sulit dilalui. Masyarakat setempat sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun jalan yang lebih layak.
“Kita jangan pernah melupakan sejarah dan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan negeri ini. Jika kondisi aksesnya seperti ini, bagaimana masyarakat berziarah. Mari sama-sama kita berbuat untuk syuhada almarhumah Cut Nyak Meutia,” ajak Haji Uma.
Beberapa waktu lalu, 10 November 2017, jajaran Kodim 0103 Aceh Utara, Polres Aceh Utara, mahasiswa Unimal, dan masyarakat menembus hutan belantara untuk mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di Makam Cut Meutia.[] (*sar)



