Assalammualaikum Dok, salam kenal. Saya Hafsah, 48 tahun dan seorang ibu rumah tangga. Saya mau tanya perihal kondisi saya selama bulan puasa. Saya penderita diabetes, selama ini kadar gula darah saya selalu terkontrol tidak lebih dari 150 (kadar gula darah sewaktu). Pagi kemarin saya kembali mengecek dan kadar gulanya turun drastis menjadi 69. Karena badan terlalu lemas akhirnya saya membatalkan puasa.

Yang ingin saya tanyakan; apakah hal itu kondisi normal bagi penderita diabetes? Pengalaman tahun sebelumnya juga seperti itu. Bagaimana saya mengatur pola makan selama bulan puasa dan saran lainnya terkait kondisi saya. Mohon penjelasannya, Dok.

Hafsah, 48 tahun

Domisili di Sigli

Jawaban:

Salam

Waalaikumsalam Ibu,

Terima kasih atas pertanyaannya. Sebelumnya saya ingin mengetahui jenis obat anti diabetes yang  bapak/ibu minum? Apakah obat anti diabetes oral seperti metformin, glimepirid, glibenclamid, dan lain-lain atau insulin? Dan apakah bapak/ibu rutin mengonsumsi obat tersebut.

Hipoglikemia adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah (glukosa) lebih rendah dari normal. Biasanya ini disebabkan karena penderita diabetes mengonsumsi obat atau mendapat suntikan insulin, tetapi asupan makananya kurang atau terlalu banyak beraktivitas. Dari penjelasan bapak/ibu, kadar gula yang mencapai 69mg/dl  dan gejala badan lemas sudah termasuk ke dalam kondisi hipoglikemia. Dan itu sering terjadi pada penderita diabetes yang berpuasa.

Biasanya, penderita diabetes mengkonsumsi obat atau mendapat suntikan insulin. Insulin berguna untuk menyalurkan gula ke dalam sel tubuh yang menjadi energi. Gula ini didapat dari makanan yang masuk ke dalam lambung. Selama berpuasa, tak ada asupan makanan. Sementara penderita diabetes yang bekerja keras, tubuh dipaksa bekerja tanpa asupan energi, sehingga tak kuat hingga koma.

Memang, banyak penelitian yang membuktikan bahwa puasa bisa menurunkan kadar gula. Akan tetapi, berpuasa bagi penderita diabetes tidak boleh sembarangan dilakukan. Apalagi banyak penderita diabetes sering tidak sadar kapan siklus puncak hipoglikemia datang.

Jadi, agar bisa berpuasa di bulan Ramadan, ibu harus bisa menjaga kadar gula darah tetap normal. Caranya adalah dengan menyegerakan berbuka dan mengonsumsi minuman dan makanan yang manis. Selain itu, untuk mewaspadai hipoglikemia,  penderita diabetes juga disarankan untuk mengurangi aktivitas berat saat berpuasa. Jika penderita diabetes mengalami tanda-tanda hipoglikemia saat sedang berpuasa, maka segera batalkan puasa dan minum air gula.[]

dr. Liza Fathiariani adalah dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Unsyiah. Pernah bekerja di RS Aceh Besar dan RS Al Islamic Hospital Banda Aceh. Saat ini ia bekerja di BPJS Aceh Barat Daya dan membuka praktek pribadi. Selain berprofesi sebagai dokter, dr. Liza juga mengelola berbagai blog seperti www.dokterliza.com dan www.liza-fathia.com.

Catatan redaksi:

www.portalsatu.com kini menyediakan rubrik konsultasi yang diasuh oleh dr. Liza Fathiariani. Kirim pertanyaan Anda seputar kesehatan ke editorportalsatu@gmail.com dengan subjek Konsultasi Kesehatan. Jangan lupa sertakan biodata singkat dan informasi lengkap seputar keluhan kesehatan Anda.