ACEH BESAR – Ketua Peubeudoh Sejarah Adat Budaya Aceh (Peusaba) Mawardi Usman berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Besar dan Kota Banda Aceh mampu kembalikan fungsi Krueng Daroi sebagaimana fungsi aslinya. Kamis 27 September 2018.

Mawardi melihat kini air yang dahulu terkenal sangat jernih itu, sekarang sampai ke Gunongan air itu telah bewarna hitam. 

Air di Krueng Daroi itu menurutnya harus digunakan cuma untuk minum. Dan Pemda harus menyiapkan, menyediakan alternatif kolam renang lain karena di situ orang mandi dan mencuci menggunakan sabun hingga membuat air itu menjadi tercemar.

“Semoga Pemda Aceh Besar dan Kota Banda Aceh mampu kembalikan fungsi Krueng Daroi sebagaimana fungsinya seperti duhulu. Ie Krueng Daroi 'Jeureuneh hanaban' sangat jernih, yang airnya bisa menjadi obat,” katanya.

Dahulu dalam histori lama, di sepanjang Krueng Daroi yang bersumber mata airnya di Montasik Aceh Besar itu, di kiri-kanannya ditanami dengan pohon-pohon obat, misalnya cengkeh dan tanaman obat lainnya.

“Daun-daun dan dahan keringnya jatuh ke dalam sungai itu sehingga teralirlah zat-zatnya dan saat diminum maka jadi obat,” kata Mawardi.

Solusi kedua untuk mengatasi pencemaran sungai secara luas, menurut Mawardi Semua masyarakat harus menyediakan lubang serapan biopori di tiap  rumah mereka. Dan itu bukan hanya menjadi kewajiban bagi yang tinggal di sepanjang sungai saja tetapi untuk yang jauh dengan sungai juga bermanfaat jika mau melakukannya.

“Bagusnya semua rumah itu membuat tiga lubang pembuangan pembuangan. Untuk tinja, kotoran, dan air. Jika semua air dialirkan ke sungai maka semua debit air akan sedikit karena semua air itu mengalir ke arah laut,” katanya.

Menurutnya Kalau air itu ditampung di sumur tanah maka akan menyerap kembali ke tanah, akan bermanfaat bagi pepohonan yang ada di sekitarnya. Hingga air sungai pun terbebas dari pencemaran dan hanya dialiri oleh air hujan dan air dari mata air saja.

“Sebaiknya pemerintah mensuport penggunaan lubang serapan biopori pada semua rumah masyarakat untuk menyelamatkan sungai-sungai dari pencemaran,” kata Mawardi.[]