BLANGKEJEREN – Harga cabai rawit di Kabupaten Gayo Lues semakin “pedas” atau terus bergerak naik sejak sepekan terakhir. Namun, cabai merah sedikit mengalami penurunan dari harga biasanya. Kenaikan harga cabai rawit lantaran banyaknya permintaan dari luar daerah, sementara barangnya sedikit.
“Barusan kami menjual cabai rawit ke agen penampung, Iwan Penggalangan, Rp50 ribu per kg. Sedangkan 10 hari lalu saat saya jual harganya Rp39 ribu. Alhamdulilah, hari ini naik Rp11 ribu per kg dari sebelumnya,” kata Randa, petani cabai rawit di Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Sabtu, 23 Januari 2021.
Petani lainnya, Noviel Wijaya, juga mengatakan hal sama saat menjual cabai rawit ke Iwan Penggalangan. Hanya harga cabai merah yang turun.
“Tadi saat kami tanya, harga cabai rawit Rp50 ribu per kg, sebelumnya Rp39 ribu, harga cabai rawit bencong Rp45 ribu per kg, sebelumnya Rp35 ribu per kg. Sedangkan harga cabai merah hari ini Rp23 ribu per kg, sebelumnya Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, tergantung kualitas cabainya,” kata Noviel.
Noviel menyebut salah satu penyebab naiknya harga cabai rawit, hasil panen kali ini sangat sedikit. Dalam satu mulsa, hasil panen hanya berkisar antara 10 sampai 15 kg per 10 hari. Itupun batang cabai tidak bertahan lama lantaran musim hujan.
“Waktu tanam dulu banyak sekali yang mati karena kemarau, jadi jumlah batang dalam satu mulsa hanya sedikit. Setelah batang besar dan mulai berbuah, hujan terus menerus menyebabkan batang layu, dan buah cabai juga banyak yang busuk. Namun, alhamdulilah kami masih mendapatkan keuntungan karena harganya yang pedas sesuai rasanya,” ucap Noviel.[](Win Porang)



