BLANGKEJEREN – Harga gabah kopi jenis Arabika di Kabupaten Gayo Lues mendadak turun pada Minggu 12 April 2026, jika sebelumnya harga jual petani kepada touke mencapai Rp 69 ribu per bambu, hari ini malah Rp 60 ribu per bambu.

“Harga gabah kopi hari ini hanya Rp 60 ribu per bambu, kalau Dua Minggu sebelumnya masih Rp 69 ribu per bambu,” kata Mahmud salah seorang petani kopi di Blangkejeren, Minggu, 12 April 2026.

Meski harga gabah kopi turun mendadak di Kabupaten Gayo Lues, Mahmud mengaku masih tetap semangat, dan yakin kedepan akan naik lagi harga kopi Arabika.

“Saya yakin kedepan harga gabah kopi Arabika akan naik lagi seperti sebelum-sebelumnya, karena kopi Arabika atau kopi gayo ini banyak peminatnya lantaran kulitas rasanya berbeda dengan kopi di daerah lain,” ujarnya.

Inen Indah pemilik UD. Indah Kopi di Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues membenarkan harga gabah kopi hari ini Rp 60 Ribu bambu atau turun Rp 9 Ribu per bambu dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 69 ribu per bambu.

“Harga jual mendadak turun di Medan, makanya kamipum terpaksa menurunkan harga beli dari petani,” katanya.

Saat ini katanya, hampir diseluruh Indonesia panen serentak kopi jenis Arabika, sehingga mempengaruhi harga pasar.

“Panen petani kali ini sangat mendadak, jumlahnya sangat banyak. Bahkan gudang kami sampai penuh, sementara masih bayak gabah kopi yang kami beli belum bisa dimasukan ke gudang,” ujarnya.[]