BLANGKEJEREN – Harga gabah kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues kembali mengalami lonjakan. Harga hari ini merupakan yang tertinggi sejak dunia dilanda pandemi Covid-19.
Jasvira, petani kopi gayo di Kecamatan Blangkejeren, Kamis, 14 Oktober 2021, mengatakan hari ini gabah kopi kembali naik seribu Rupiah dari sebelumnya. Sejak September 2021 hingga pertengahan Oktober 2021, harga kopi gayo terus bergerak naik.
“Pada September kemarin, harga gabah kopi gayo hanya Rp25 ribu per bambu, harga itu sempat bertahan lama. Kemudian akhir September hingga awal Oktober 2021, harga gabah kopi terus bergerak naik menjadi Rp27 ribu per bambu. Seminggu yang lalu naik menjadi Rp29 ribu per bambu,” katanya.
Jazvira menyebut harga gabah kopi gayo Rp29 ribu per bambu tidak bertahan lama. Naik lagi menjadi Rp30 ribu per bambu, tiga hari lalu. Sedangkan hari ini, harga gabah kopi kembali bergerak naik menjadi Rp31 ribu hingga Rp32 ribu per bambu.
“Jika kita melihat hasil panen kopi yang menurun dengan permintaan yang semakin banyak, saya yakin harga gabah kopi gayo akan kembali ke Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per bambu. Harga itu memang sempat bertahan lama sebelum masa pandemi Covid-19 dulu, dan sekarang pelan-pelan kembali normal,” jelasnya.
Jasvira menyarankan pencinta kopi gayo di Indonesia agar menyiapkan stok kopi sebelum harga kembali naik. Sebab, kopi gayo ke depan diperkirakan akan sulit ditemukan di pasaran lantaran permintaan ekspor ke Eropa terus meningkat.[]



