SUBULUSSALAM – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tingkat petani di wilayah Kota Subulussalam, Aceh, masih bertahan Rp1.100 per kilogram. Kondisi ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.

Syahputra, 25 salah seorang petani sawit kepada portalsatu.com, Minggu 24 Juli 2016 mengatakan, dampak turunnya harga TBS sejak sebulan belakangan ini menyebabkan produksi buah sawit petani tidak maksimal.

“Biasa saya sekali panen 1,5 ton lebih, luas kebun tiga hektare. Namun sejak TBS berangsur turun, kebun kurang perawatan, kurang pupuk, sehingga produksi buah mengalami penurunan, sekarang paling dapat 1 ton, kadang pun tidak sampai,” katanya.

Menurutnya, produksi buah sawit sangat tergantung dari perawatan dan pupuk. Namun sekarang banyak kebun petani tidak terawat pasca harga anjlok.

“Kami khawatir jika kondisi ini berlangsung lama bisa mengancam produksi panen petani,” kata sambung Afdal.

Menurutnya, harga TBS yang paling ideal saat ini berkisar antara Rp 1.500-1.600 per kilogram, mengingat harga kebutuhan pokok sangat mahal.

“Bulan Maret dan April kami sempat merasakan harga sawit Rp 1.500 per kilogram, alhamdulillah sekali. Tapi dengan harga Rp 1.100 per kilogram terasa genting sekali karena hasil sawit hanya cukup untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Ia berharap Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam bersama pemerintah setempat bisa mencari solusi untuk memperbaiki harga TBS yang sedang anjlok.[]

Laporan Dirman Bakongan