SUBULUSSALAM – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit mulai berangsur naik berkisar antara Rp950-Rp980 per kilogram, di tingkat petani dalam wilayah Kota Subulussalam, sejak dua terakhir. Kenaikan ini memberi angin segar bagi ribuan petani sawit di daerah itu setelah sepanjang tahun lalu harga TBS tak kunjung membaik.
“Alhamdulillah sekarang sudah naik sedikit dibandingkan sebelumnya. Sekarang Rp980 per kilogram di tingkat petani dari sebelumnya Rp830 per kilogram” kata petani sawit, Mawardi kepada portalsatu.com/, Minggu, 3 Februari 2019.
Menurutnya sebelumnya, harga TBS hanya berkisar antar Rp800-Rp830/kg, dan bahkan mencapai titik terendah Rp700 per kilogram di tingkat petani hampir sepanjang tahun 2018. Hal ini mengakibatkan petani menderita lantaran hasil panen tidak sesuai dengan biaya pengeluaran untuk perawatan kebun.
“Faktor harga murah, banyak kebun sawit milik petani tak lagi terawat dengan baik, sehingga berdampak pada menurunnya produksi buah,” katanya.
“Sebenarnya harga Rp980 per kilogram itu masih sangat murah, dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang masih serba mahal, tapi mau bagaimana lagi itulah kondisi hari ini. Kalau tidak dijual nanti buah sawit busuk di batang,” ungkap Mawardi.
Abi Fariz menambahkan, idealnya harga di tingkat petani Rp1.500 per kilogram, itu baru sesuai dengan kondisi harga barang sekarang ini masih tergolong mahal bagi kalangan petani.
Ia bersama sejumlah petani lainnya tetap bersyukur karena TBS sudah berangsur naik dalam beberapa hari terakhir. Petani di Bumi Sada Kata ini berharap TBS terus mengalami kenaikan menembus angka Rp 1.700 per kilogram.[]



