Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaBerita LhokseumaweHari Damai Aceh:...

Hari Damai Aceh: KPA Kuta Pase ke Polres Lhokseumawe, Serahkan MoU Helsinki Hingga Bendera

LHOKSEUMAWE – Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase, Mukhtar Hanafiah akrab disapa Ableh Kandang, bersilaturahmi ke Polres Lhokseumawe yang disambut Kapolres AKBP Henki Ismanto di ruang kerjanya, Senin, 15 Agustus 2022.

Dalam kunjungan silaturahmi pada Hari Damai Aceh tersebut, Ableh Kandang didampingi Wakil Panglima KPA Wilayah Kuta Pase, Heriansyah alias Heri POM, Juru Bicara KPA Kuta Pase, Halim Abe, dan sejumlah mantan kombatan GAM.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, kepada para wartawan usai silaturrahmi itu mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada KPA Kuta Pase yang sudah membuat terobosan luar biasa.

“Artinya, kita akan menuju ke arah yang lebih baik untuk menjaga keutuhan, kebersamaan, dan secara bersama-sama menjaga Aceh ke depan yang lebih baik dan bermartabat,” kata Henki Ismanto.

Henki merasa optimis Aceh ke depan akan lebih maju lagi dengan adanya perdamaian berdasarkan MoU Helsinki. “Semua dalam poin-poin MoU itu sudah ada, tinggal menjalankan saja, sehingga ke depan Aceh bisa lebih makmur lagi. Koordinasi yang baik antarsesama tentu perlu dilakukan, tujuannya adalah untuk menjaga dan mangawal suatu peradaban untuk membangun Aceh secara bersama-sama,” ujarnya.

Juru Bicara KPA Wilayah Kuta Pase, Halim Abe, mengatakan silaturahmi itu dilakukan dalam konteks damai Aceh yang telah terwujud pada 15 Agustus 2005 silam. Dia mengapresiasi Kapolres Lhokseumawe dan jajarannya yang menerima kunjungan unsur KPA.

“Artinya, ada hal-hal yang bisa dilakukan secara lebih bermartabat. Perlu diketahui bahwa perdamaian ini punya landasan yang kuat, dan telah dicapai dengan pengorbanan yang luar biasa dari masyarakat Aceh secara keseluruhan,” tutur Halim Abe kepada para wartawan.

Menurut Halim Abe, selama ini muncul kesan di tengah masyarakat bahwa seolah-olah selalu terjadi benturan antara kombatan GAM dengan aparat keamanan. Padahal, kata dia, tidak terjadi gejolak apapun, bahkan hubungan baik selalu terjalin.

Halim Abe menegaskan bahwa menjaga perdamaian di Aceh menjadi tanggung jawab bersama, termasuk menyelesaikan semua permasalahan. “Bukan hanya permasalahan bendera, tetapi permasalahan yang telah menjadi kesepakatan MoU Helsinki, serta turunan UUPA yang harus dijalankan. Kita tidak ada tujuan lain, selain penyelesaian permasalahan Aceh secara bermartabat,” kata Halim Abe.

Oleh karena itu, kata Halim Abe, saat bersilaturahmi dengan Kapolres Lhokseumawe dalam momentum peringatan Hari Damai Aceh, KPA Kuta Pase menyerahkan satu bundel berisi poin-poin MoU Helsinki, UUPA, Qanun Aceh tentang Kekhususan Aceh, dan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

KPA Kuta Pase juga menyerahkan Bendera Bulan Bintang kepada Kapolres untuk menjadi landasan pembicaraan di tingkat atas.

“Penyerahan bendera ini dalam konteks damai. Kita berharap bahwa setiap momen yang ada dan bersifat seremonial itu tidak lagi bersitegang di lapangan dan segala macam. Tujuannya adalah ketika didatangi seperti ini, maka akan menjadi sesuatu yang bermartabat,” ujar Halim Abe.[]

Baca juga: