Turin –  Joe Hart mengakui keputusannya menerima tawaran Torino sebagai langkah tepat. Dia menilai situasinya di Manchester City sudah tidak baik karena Pep Guardiola yang keras kepala.

Setelah 10 tahun menjaga gawang City dalam 348 pertandingan di semua ajang, Hart harus meninggalkan Etihad Stadium di awal musim ini untuk bergabung dengan Torino dengan status pinjaman higga akhir musim.

Indikasi bakal tersingkirnya Hart dari skuad City musim ini sudah terlihat saat pelatih baru Pep Guardiola lebih memilih memainkan kiper Willy Caballero di pekan-pekan awal Liga Premier Inggris sebelum mendapatkan Claudio Bravo dari Barcelona.

Media-media di Inggris mengklaim Hart tak masuk dalam rencana Guardiola karena dianggap tidak cocok dengan filosofi bermainnya. Pelatih 46 tahun itu menginginkan seorang kiper bukan hanya menjaga gawang tetapi juga bisa ikut memainkan bola seperti yang pernah ia terapkan di Barcelona dan Bayern Munchen.

Dalam pengakuannya, Hart mengatakan Guardiola memang sejak awal sudah tidak suka dengan caranya bermain. Kiper 29 tahun itu juga menyebut Guardiola sebagai pelatih yang keras kepala dengan tidak mau mendengar masukan orang lain.

“Sepakbola adalah permainan opini dan beberapa orang punya opini baik untuk saya dan lainnya mungkin berpikir saya tak berguna,” ujarnya kepadaSkysports.

“Sayangnya bagi saya, salah seorang yang berpikiran seperti itu bertugas di klub saya di waktu yang tidak tepat, jadi saya harus menemukan seseorang yang punya opini bahwa saya masih bisa membantu timnya,” ia melanjutkan.

“Saya butuh untuk terus berkembang sepanjang waktu dan saya masih terus mempelajari sebuah pertandingan karena permainan terus berubah,” pungkas kiper timnas Inggris.[]Sumber:inilah.com