BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah saat membuka Konferensi Wilayah PII Aceh ke-28 di Anjong Mon Mata kemarin mengatakan, pembinaan dan pengkaderan PII telah melahirkan sejumlah alumni yang saat ini menjadi tokoh di tingkat nasional, bahkan lintas sektor.

“Bapak Sofyan Djalil yang sekarang menjabat sebagai Menteri Perekonomian dalam Kabinet kerja Pemerintah Indonesia adalah alumni PII Aceh. Malah kalau kita tarik lagi ke belakang, Paduka Yang Mulia Teungku Muhammad Hasan di Tiro, juga pernah berperan sebagai salah satu motor gerakan PII di Aceh. Ini menunjukkan besarnya pengaruh tempaan PII kepada kadernya. Maka, tidak berlebihan jika saya katakan bahwa PII termasuk motor lahirnya kepemimpinan kaum muda di Indonesia,” kata Zaini, melalui siaran pers.

Ia menambahkan, memasuki usia ke 69 tahun, kontribusi PII dalam melahirkan kader-kader pemimpin tidak pernah surut. Sistem pengkaderan di dalam organisasi ini tetap berkembang meski perubahan demi perubahan terus berlangsung di negeri ini. Oleh karena itu peran PII sangat penting mengingat Aceh adalah salah satu basis terkuat dalam sistem pengkaderan PII di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Zaini juga meminta agar kader-kader PII berpartisipasi aktif dalam sejumlah agenda pembangunan Aceh yang saat ini gencar dilakukan. PII harus mendorong agar proses pembangunan di Aceh berjalan efektif dan tetap dijalurnya.

“Untuk menjalankan tugas ini, penting bagi PII Aceh melakukan refleksi dan evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dan akan dijalankan ke depan. PII perlu menyusun agenda dan prioritas kerja agar organisasi ini dapat terus membumi di Aceh. Tidak kalah pentingnya, sistem pengkaderan bagi anggota terus diperkuat, terutama terkait dengan kepemimpinan dan isu kepemudaan.”

Gubernur mengingatkan, untuk memperkuat program pemerintah di bidang penguatan generasi muda, ada banyak cara yang dapat dilakukan PII Aceh, misalnya aktif menggalang pelajar agar peduli dengan isu sosial yang terjadi di masyarakat. PII juga diharapkan dapat memotivasi kalangan pelajar untuk terus maju dan mengembangkan pengetahuan dalam berbagai bidang serta menghadirkan berbagai program pelatihan bagi pelajar.

“Harapan saya, hal ini dapat dibahas dan dirancang dalam pertemuan PII Aceh, sehingga kiprah organisasi ini dapat terus dirasakan masyarakat secara luas. Dengan demikian PII Aceh tidak akan pernah berhenti menghasilkan kader-kader pemuda Islam yang berkualitas sebagai calon pemimpin di masa depan. Teruslah belajar dan selalu optimis menyongsong masa depan,” katanya berpesan.

Saat ini Kader PII seluruh Indonesia mencapai lebih dari 4 juta orang. Bersamaan dengan kegiatan ini, di seluruh Indonesia juga digelar peringatan Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia. Pembukaan itu juga dihadiri sejumlah anggota DPRA, perwakilan unsur Forkorpimda Aceh, Win Salam Syahlingga, Sekjen PII Pusat, Wakil Wali Kota Banda Aceh. Konferensi ini akan berlangsung hingga 8 Mei 2016.[](ihn)