Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsHasil Audit BPKP...

Hasil Audit BPKP Aceh Terhadap Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa Kerugian Negara Lebih Rp4,9 M

LHOKSEUMAWE – Tim Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh telah melakukan audit investigasi terhadap proyek tanggul Cunda-Meuraksa, Lhokseumawe, sumber dana Otsus.

“Hasil audit investigasi terhadap pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa, Lhokseumawe, yang bersumber dari dana Otonomi Khusus Kota Lhokseumawe dari tim audit sudah selesai dengan modus rekayasa proses lelang dan pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan kontrak, merugikan keuangan negara lebih dari 4,9 miliar,” kata Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya, kepada portalsatu.com via pesan WhatsApp, Kamis, 18 Maret 2021, malam.

Indra menyebut proses berikutnya akan dilakukan quality assurance oleh tim Kantor Pusat BPKP. Setelah itu, kata dia, “hasilnya disampaikan ke instansi penyidik untuk proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat memanipulasi dana Otsus–yang tujuan mulia untuk kesejahteraan rakyat Aceh dan pembangunan fasilitas publik tersebut–sesuai dengan perbuatannya masing-masing”.

Diberitakan sebelumnya, tim BPKP Aceh turun ke Lhokseumawe untuk audit investigasi pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa pada pengujung Februari 2021. Tim tersebut turun ke Lhokseumawe untuk melanjutkan proses audit terhadap proyek tanggul Cunda-Meuraksa yang sebelumnya dilakukan di Kantor BPKP Aceh sejak pertengahan Februari.

“Timnya sudah mulai bekerja semenjak 15 Februari 2021 bertempat di Kantor BPKP Aceh. Ke Lhokseumawe adalah proses audit yang memerlukan komunikasi, koordinasi dan observasi dengan pihak terkait untuk pembuktian atas analisis desk evaluation dari 15 sampai 19 Februari 2021,” ujar Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya dikonfirmasi, Selasa, 23 Februari 2021.

Berdasarkan hasil ekspose, Selasa, 2 Februari 2021, Tim Penyelidik/Penyidik Kejari Lhokseumawe dan Auditor BPKP Aceh menyepakati terdapat unsur melawan hukum dan kerugian keuangan negara dalam kasus proyek tanggul sumber dana Otsus tahun 2020 senilai Rp4,9 miliar itu.

Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, menjawab portalsatu.com, Kamis, 11 Februari 2021, mengatakan, “Scope (skop/cakupan, red) audit sangat tergantung kondisi di lapangan. Yang pasti setiap kegiatan fisik pasti dimulai dari kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pemanfaatan. Kegiatan audit berada di seluruh aktivitas tersebut. Jika terkait bisa sebelum dan sesudah TA 2020″. [] (red)

 

Baca juga: