LHOKSUKON – Hasil pemeriksaan swab (sampel lendir) almarhum EY, warga Gampong Pulo Blang, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh, dinyatakan negatif Covid-19. Hasil pemeriksaan dikeluarkan Balitbangkes Jakarta itu diterima Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, Senin, 30 Maret 2020 siang.

“Hasilnya negatif. Ini sesuai dengan keyakinan Bapak Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib yang pernah diberitakan sebelumnya, bahwa yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena terpapar virus corona, tapi karena sakit infeksi empedu,” kata Andree Prayuda, S.STP., M.A.P., Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Utara, melalui keterangannya diterima portalsatu.com, Rabu, 1 April 2020, siang.

Menurut Andree, menindaklanjuti hasil tersebut, pihaknya telah menyampaikan kepada Muspika Syamtalira Bayu dan seluruh Tim Gugus Tugas bahwa “status isolasi terhadap (masyarakat) Gampong Pulo Blang telah dicabut”.

“Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan harapan Bapak Bupati, juga harapan kita semua, khususnya masyarakat Pulo Blang, Kecamatan Syamtalira Bayu yang sempat diisolasi. Alhamdulillah, hari ini status isolasi telah dicabut,” kata Andree.

Andree menyebutkan, sebelumnya Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib pada Jumat, 27 Maret 2020, sudah menyampaikan bahwa EY yang saat itu berstatus PDP Covid-19 meninggal karena menderita infeksi empedu. Hal itu disampaikan ke publik untuk mengantisipasi kecemasan masyarakat karena status almarhum sebagai PDP, sementara jenazahnya telah dibuka dan dimandikan oleh pihak keluarga. Hal ini dikhawatirkan dapat menularkan virus Covid-19. 

“Saya katakan, masalah dari warga kita di Kecamatan Syamtalira Bayu itu pada dasarnya almarhum itu bukan sakit karena virus corona,” kata Cek Mad saat itu.

Sebelumnya diberitakan, seorang PDP terkait Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) berinisial EY (43), jenis kelamin laki-laki asal Aceh Utara, meninggal di RICU RSUDZA, Banda Aceh, Rabu, 25 Maret 2020.[]