LHOKSEUMAWE – Kebakaran di Pasar Inpres, Jalan Listrik, Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis, 9 Juli 2020 dinihari, menghanguskan ratusan lapak pedagang.

“Sebanyak 497 pedagang yang mengalami kebakaran. Sebagian besar (lapak) pedagang sayur. Itu hasil pendataan di lapangan sejak kemarin (Kamis) dan selesai hari ini. Pendataan melibatkan pihak Gampong Tumpok Teungoh, Muspika Banda Sakti, Haria Pasar dan pihak Disperindagkop -UKM. Jadi, itu hasil pendataan tim,” ujar Camat Banda Sakti, Bakhtiar, S.H., M.A.P., dihubungi lewat telepon seluler, Jumat, 10 Juli 2020, sekitar pukul 14.25 WIB.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Ushaa Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Lhokseumawe, Ramli, mengatakan ia sedang menunggu laporan hasil pendataan tersebut. “Haria Pasar dan staf saya bersama pihak kecamatan dan gampong sudah turun ke lapangan. Saya sedang menunggu laporan hasil pendataan,” kata Ramli saat dihubungi terpisah, Jumat siang.  

Menurut Ramli, hasil pengamatan dirinya di lapangan usai kebakaran kemarin (Kamis), sebagian besar lapak ludes terbakar adalah lapak pedagang sayur. “Karena yang terbakar itu bangunan pasar sayur. Setelah dibangun (oleh pemerintah), pedagang buat sendiri bilik-bilik sehingga bercampur pedagang sayur dan pakaian. Seharusnya untuk pasar sayur,” tuturnya.  

Ibrahim (66), salah seorang pengusaha warung nasi di Pasar Inpres Lhokseumawe, mengatakan bangunan pasar sayur yang terbakar itu baru direhab oleh pemerintah sekitar empat tahun lalu. “Awalnya, dalam bangunan ini (yang sekarang sudah terbakar) semua pedagang sayur, kemudian bercampur dengan pedagang pakaian termasuk sepatu dan sandal,” kata Ibrahim yang membuka usaha di pasar itu sejak tahun 1991.

Amatan di lapangan, Jumat siang, sejumlah pedagang di Pasar Inpres itu tampak sedang membersihkan puing-puing bekas kebakaran, termasuk atap terbuat dari genteng (genting).[](red)