“Kami baru pulang liburan keluarga, kasku kosong, pinjamlah sedikit nanti gajian aku bayar,” permohonan seorang teman.
“Udah naik kelas kamu sekarang, ya, liburan jauh-jauh,” sindir saya dengan sedikit candaan.
Sahabat!!!
Semua perilaku kita berimpilkasi. Ketika mengubah standar hidup, misalnya. Implikasinya pengeluaran Anda mengikuti gaya hidup. Kebanyakan kita menaikkan gaya hidup karena karier atau keuangan naik.
Gengsi meningkat. Kemudian kitapun akan mencari pola baru. Semisal pergaulan baru. Atau menentukan pola baru hidup kita.
Nah, sebagian terkadang memaksa diri untuk naik kelas sosial. Jabatan dan penghasilan naik sedikit. Status sosial naik diatasnya. Terjadilah ketidakseimbangan.
Lucunya sebagian orang. Bukannya sadar dan kembali ke jalan yang benar. Tapi tetap terus menjaga standar tinggi. Dengan cara apapun. Inilah yang memakan cast flow. Ujungnya berutang.
Naik kelas terkadang menjadi fatamorgana. Seperti mengejar kaki langit. Tidak berkesudahan. Naik kelas sosial seharusnya membahagiakan. Bukan pura-pura bahagia. Dengan menyusahkan diri menjaga standar semu itu.[]



