BIREUEN – Alumni Dayah Darul Atiq Putra bersama mantan kombatan GAM memperingati Haul ke-28 Abon Abdullah Bin Muhammad Saleh atau Abon Dolah, di Glee (Gunung) Peunceuk, di Peulimbang, Bireuen pada Sabtu, 16 Juli 2022.
Peringatan kali ini dilaksanakan di Makbarah (Jeurat) Abon Dolah berdasarkan hasil musyawarah alumni Dayah Darul Atiq Putra dan para kombatan yang satu kamp saat darurat militer di Aceh.
Turut hadir Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh H. Khalili, Wakil Ketua DPRK Bireuen Fraksi PNA Suhaimi Hamid, Anggota DPRK Bireuen Fraksi PNA Taufiq Ridha, Aktivis HAM Aceh Zulfikar Muhammad, para kombatan di antaranya Iqbal Nusa selaku penanggung jawab acara, alumni Dayah Darul Atiq Putra, dan masyarakat lainnya.
Abon Dolah merupakan Pimpinan Dayah Darul Atiq Putra yang naik gunung saat Darurat Militer Aceh. Dalam tubuh GAM, Abon Dolah menjabat Kadhi GAM Ban Sigom Aceh.
Makbarah Abon Dolah tepat di kamp konsentrasi GAM Wilayah Batee Iliek tempo dulu. Abon Dolah merupakan adik kandung Abon Aziz yang dikenal dengan Abon Aziz Samalanga (mertua Abu Mudi), dan juga paman dari Ayahanda Tu Sop Jeunieb, Ketua Umum PB HUDA.
Abon Dolah cukup disegani kawan maupun lawan kala itu. Banyak kombatan GAM yang menerima ilmu saat ia berada di Gunung Peunceuk.
Jarak Gunung Peunceuk dengan jalan nasional sekitar 30 Km. Ratusan penziarah harus melewati jalan yang terjal untuk bisa mencapai Makbarah Abon Dolah.
Wakil Ketua DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid, di sela-sela acara itu menyebutkan perlu adanya perhatian serius pemerintah untuk pemugaran dan akses jalan menuju ke Makbarah Abon Dolah. Selain itu lokasi dimaksud masuk dalam kawasan hutan produksi di mana kawasan hutan bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi.
Suhaimi berharap pemerintah bisa mempercepat izin Perhutanan Sosial dari Koperasi Dayah Darul Atiq Putra untuk mengelola hutan agar tidak terjamah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Apalagi kawasan ini ada spesies harimau Sumatra yang perlu dilestarikan”.
Anggota DPRA, Khalili, mengatakan Abon Dolah merupakan seorang ulama besar yang bergabung dengan GAM dengan jabatan Kadhi. “Oleh karena itu tentunya kita harus mengupayakan pemugaran dan akses jalan yang memadai, begitu juga dengan entrepreneur sektor perhutanan sosial yang harus dimanfaatkan oleh Dayah Abon sendiri,” ujarnya.[]
Penulis: Al Fadhal






Sampaikan salam kepada pak khalili dg ucapan ek boh man saboh boh na?
Bak peugah pemugaran,lage han taturi jumoh ih,,,nyoe ijak ziarah silahkan,bek ijak peugah ma2 ih keunan,taturi toh ureung kerja,si khalili ijak cok dokumen tok seolah buet jih nyan…ijak pih karab lheuh doa trok ih,,,