Haul memperingati wafatnya Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie ke-26 yang dilakukan bersamaan dengan maulid Nabi Muhammad saw berlangsung sederhana. Namun tak menutupi antusiasme masyarakat dan alumni untuk hadir ke Dayah Darul Ulum Lueng Ie, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin, 15 Januari 2018.

“Alhamdulillah haul Abu tahun ini dengan agenda yang sederhana tidak mengundang alumni seperti tahun sebelumnya, namun tamu yang hadir sangat antusias dan melebihi tahun yang lalu,” kata Teungku Zulfikar Buloh, salah seorang guru senior di dayah tersebut kepada penulis.

Ia menyebutkan agenda tahun ini tanpa persiapan yang memadai hanya sekadar berdoa dan kenduri ala kadar, namun yang terjadi di luar target dan rencana.

Sementara itu, salah seorang yang pernah menjadi khalifah dalam ibadah suluk di Dayah Abu Lueng Ie, Abi Muhammad Sahal Arsyad mengatakan, haul tahun ini tetap memiliki agenda rutin seperti tahun sebelumnya, yaitu diisi dengan zikir, tawajuh, dan tausiyah.

“Haul agenda tetapnya zikir dan tawajuh dipimpin oleh Abon Tajuddin, mursyid yang juga putra almarhum Abu Lueng Ie, sedangkan tausyiah oleh murid dan juga keluarga Abu Lueng Ie setelah itu kenduri bersama,” kata Abi Muhammad.

Ia juga menyebutkan dalam tausyiah yang dijelaskan oleh salah seorang murid senior Abu Lueng Ie memaparkan bagaimana kiprah dan sejarah Abu dalam masyarakat dan ibadah suluk yang merupakan implementasi tarekat Naqsyabandiah.

“Ibadah suluk itu silsilahnya mulai Abu Lueng Ie, Abuya Muda Waly hingga bersambung dengan Rasulullah saw dan suluk itu bukan ajaran sesat (tanda sanad silsilah yang jelas) namun apabila masih ragu itu dapat dibuktikan dan di pertanggungjawabkan secara ilmiah serta dokumen lengkap ada sama saya,” kata Abi Muhammad Sahal Arsyad, yang juga dosen di perguruan tinggi di Banda Aceh ini.[]