BANDA ACEH – Akhir-akhir ini tersiar kabar tentang tentang fenomena rush money. Peristiwa ekonomi ini pun banyak dibicarakan di berbagai lini massa, seperti jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Instagram. Bahkan, isu rush money ditanggapi serius oleh OJK dan BI. Sebenarnya, apa itu rush money dan bagaimana dampaknya?
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A. yang dihubungi portalsatu.commengatakan, rush money adalah sebuah peristiwa saat masyarakat menarik uang tunai di bank secara serentak sehingga bank kehabisan dana tunai.
“Rush money itu terjadi saat masyarakat menarik uang tunai di bank secara serentak dalam skala besar dan jika itu dilakukan, maka sisten perbankan bisa kacau,” ucapnya, Selasa, 22 November 2016.
Ia menjelaskan, bank umumnya hanya memiliki kas cadangan sebesar 5 sampai 10 persen dari tabungan nasabah. Jika nasabah mengambil uang tabungannya secara bersamaan dengan skala besar, bank akan berada dalam bahaya sebab pada dasarnya uang yang disetor oleh nasabah ke bank sudah diinvestasi ke tempat lain.
“Kalau tarik uang dari bank konvensional dan menabung di bank syariah itu tak masalah. Tapi yang bahaya, cok pèng kubah di yup kasô itu bisa meruntuhkan bank,” ucapnya.
Nazar menjelaskan, pada 1997 sampai 1998 di Indonesia pernah terjadi fenomena rush money dan memang pada saat itu Indonesia langsung mengalami krisis. Jika fenomena itu terulang lagi, sistem keuangan bisa terganggu.
“Dampak yang paling besar itu ketika masyarakat tidak punya kepercayaan lagi terhadap bank dan itu bisa membuat bank bangkrut,” lanjut Nazar.
Nazar enggan berspekulasi terkait kasus yang melanda gubernur nonaktif Jakarta, Basuki Thaja Purnama dengan isu rush money yang muncul ke permukaan yang kemudian dikaitkan dengan kasus hukum calon gubernur petahana itu. Ia hanya menjelaskan bahwa fenomena rush money bisa membahayakan sistem keuangan.
“Kalau ada kasus hukum, ya diselesaikan secara hukum. Yang jelas situasi politik juga punya peran dalam dunia keuangan,” kata dia.[] (*sar)



