Berhati-hatilah menulis catatan harian atau diary. Pastikan kamu menulisnya di tempat aman yang dijamin takkan bisa dibuka atau dibaca orang lain.

Pengalaman buruk inilah yang dialami seorang pramugari saat menulis diary di sembarang tempat. Yang bikin cemas, si pramugari ternyata menceritakan tentang petualangan seks selama bekerja sebagai awak kabin di maskapai Transavia. 

Diary tersebut ditemukan suaminya yang merupakan warga negara Belanda. Si suami menemukan tulisan mengejutkan itu dalam sebuah komputer.

Ternyata si Istri tak sadar, tulisan yang dibuatnya dan dikirimkan lewat pesan elektronik (Email) masih tersimpan di komputer itu. Buku harian itu berbentuk arsip email.

Apa isinya?

Dalam buku harian tersebut, sang pramugari mengisahkan petualangan seksnya bersama rekan kerjanya di maskapai penerbangan murah tersebut.

Selain itu, buku tersebut juga menceritakan secara rinci aktivitas seksual sang pramugari bersama beberapa pria di dalam pesawat, di bandara transit dan di hotel.

Namun, pramugari dan maskapai dilaporkan mencoba untuk mencegah usaha pria tersebut untuk menjual kisah dalam buku harian itu ke media. Mereka akan menggelar pra-peradilan di Den Haag pada tanggal 24 Oktober.

The Telegraf melaporkan tuntutan pra-peradilan itu diajukan oleh sang pramugari sendiri yang kemudian mendapatkan dukungan dari maskapai tempatnya bekerja.

Pemilik saham sampai risau

Pengacara Transavia juga menuntut secara langsung kepada suami pramugari itu. Pihak maskapai sangat mengkhawatirkan koleksi 'percakapan' sang pramugari kepada pihak ketiga melalui email yang kemungkinan akan ikut dipublikasikan oleh suaminya.

Seorang juru bicara Transavia mengatakan kepada Mail Online, ” Kami akan memandang kasus ini sangat serius. Sebuah penyelidikan internal telah menunjukkan bahwa keamanan para penumpang sedang dipertaruhkan.

” Pemilik saham menganggap email-email tersebut tidak diinginkan dan tidak bisa diterima (jika sampai tersebar) karena mengganggu kepentingan kami.” [] Sumber: metro.co.uk, dream.co.id