BANDA ACEH – Fraksi PKS-Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh mengajak seluruh kandidat, partai politik dan tim sukses mengindari propaganda hitam.

“Hindari sifat-sifat adu domba, saling mencela dan menyebarkan fitnah-fitnah, baik di dunia nyata maupun di dunia maya seperti media sosial, yang akan merugikan diri kita sendiri dan memecah belah persatuan umat,” ujar Farid Nyak Umar, anggota Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh membacakan pendapat akhir fraksi ini terhadap Rancangan Qanun APBK Perubahan Tahun 2016, Jumat (kemarin).

Farid mengajak para kandidat wali kota/wakil wali kota, partai politik dan tim sukses di lapangan agar sama-sama memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada Banda Aceh.

“Mari kita menjaga persatuan umat dan ukhuwah islamiyah di antara sesama warga kota Banda Aceh yang terjalin selama ini.  Kita tentu semua berharap Pilkada Banda Aceh 2017 nanti akan melahirkan sosok pemimpin yang dicintai dan mencintai warga Kota Banda Aceh,” kata Farid melalui pernyataan diterima portalsatu.com, Sabtu, 15 Oktober 2016. 

Farid menambahkan, setelah penetapan calon tetap oleh KIP Kota Banda Aceh pada 24 Oktober 2016 mendatang, wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh diharuskan mengambil cuti, mengingat keduanya ikut sebagai kontestan pilkada. Selanjutnya, kata Farid, akan ditunjuk Plh. Wali Kota Banda Aceh yang akan mengisi jabatan sekitar tiga bulan.

Ia berharap siapa pun yang nantinya ditugaskan sebagai Plh. Wali Kota Banda Aceh, merupakan sosok yang benar-benar paham, bersikap netral selama tahapan pilkada dan bisa berkomunikasi maksimal dengan lembaga legislatif.[] (rel)