LHOKSEUMAWE – Kandidat calon wali kota Lhokseumawe Helmi Musa Kuta, mengatakan, kondisi Kota Lhokseumawe saat ini sudah di tahap mengkhawatirkan. Selain anggaran belanja daerah yang divisit, banyak pembangunan gagal akibat banyaknya pungutan liar (pungli), termasuk pungli rumah duafa.
“Kondisi Lhokseumawe sudah morat-marit, ekonominya semakin hari semakin hancur,” kata Helmi Musa Kuta saat menyampaikan pidato di hadapan ratusan masyarakat di acara peusijuk Balai Pengajian Al-Ikhlas bersama kandidat calon wakil gubernur Aceh Nova Iriansyah, di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Sabtu, 24 Desember 2016.
Helmi menyebutkan, sebenarnya saat ini banyak bantuan yang ditujukan kepada masyarakat Kota Lhokseumawe, namun banyak pemotongan-pemotongan sehingga bantuan tidak sampai secara penuh kepada masyarakat, bahkan perbandingan pembagian yang diterima masyarakat jauh lebih besar.
“Yang besar itu pada tekenan kwitansi,” ujar Helmi Musa Kota yang diusung Partai Demokrat, Partai kebangkitan Bangsa, dan PDI Perjuangan.
Untuk itu katanya, membenahi Kota Lhokseumawe menjadi PR paling berat, sebab 2019 harus terjadi proses kesejahteraan, mengembalikan Kota Lhokseumawe yang bermartabat, dan mempertahankan Kota Lhokseumawe jangan sampai dikembalikan ke Aceh Utara.
“Kondisinya saat ini Lhokseumawe luar biasa. Pengangguran luar biasa, narkoba luar biasa, kemiskinan luar biasa, dan perceraian luar biasa,” kata Helmi.[]


