Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaHerman Fithra Terpilih...

Herman Fithra Terpilih Sebagai Rektor Unimal

LHOKSEUMAWE – Dekan Fakultas Teknik, Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., terpilih sebagai Rektor Unimal dalam Rapat Tertutup Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) Pemilihan Calon Rektor periode 2018-2022, di Aula Meurah Silue, Kampus Pascasarjana Unimal, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe, Senin, 10 Desember 2018. 

Herman Fithra meraih 46 suara. Sedangkan dua calon rektor lainnya, Iskandar Zulkarnaen, S.E., M.Si., Ph.D. (Dosen Fakultas ISIP), hanya 2 suara, dan Dr. Ir. Wesli, M.T. (Dosen Fakultas Teknik), tidak mendapatkan suara atau nol. 

Dalam pemilihan rektor Unimal tersebut, perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki hak suara 35 persen (18 suara), ditambah suara anggota senat 35 suara. Namun, ada anggota senat termasuk dua calon rektor yang melakukan walk out, sehingga jumlah suara hasil pemilihan Rektor Unimal sebanyak 48 suara.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah memperoleh hasil dari pemilihan tersebut,” kata Ketua Senat Unimal, Prof. Apridar kepada para wartawan usai pemilihan Rektor Unimal.

Apridar melanjutkan, “Perlu juga diketahui bahwa setiap tahapan (pemilihan) yang kami lakukan itu selalu berkonsultasi dengan pihak Kemenristekdikti RI. Artinya aturan-aturan yang kita jalankan tersebut jangan sampai berbenturan dengan aturan yang sudah ditetapkan”.

“Mengapa setiap tahapan selalu kita berkonsultasi, hal itu supaya tidak ada kesalahan. Apabila ada kejanggalan atau berbenturan dengan mekanisme yang berlaku dalam proses tahapan pemilihan rektor, itu biasanya pihak Kemenristekdikti menyuruh untuk mengulang serta memperbaiki sesuai kesalahan yang dilakukan,” ujar Apridar.[]

Baca juga: