Hidup bagaikan sebatang pohon
Akarnya menghunjam tanah, bumi habitatnya dan memakan sesuatu darinya
Daunnya menadah ke langit, angkasa adalah penjamin kehidupannya.
Ada pohon tinggi, rendah, dan ada yang merambat.
Ada pohon yang bagiannya seperti buah, daun, batang, kulit, atau akar, menjadi obat bagi yang lain.
Ada juga yang menjadi racun bagi yang lain.
Pohon tidak bisa memilih jenisnya, sebagaimana manusia tidak bisa memilih jenis bangsanya setelah ia dilahirkan.
Akan tetapi, tidak seperti pohon, manusia bisa memilih akan menjadi apa, walau apapun bangsanya,
apakah ia akan menjadi manusia yang berguna bagi yang lain ataukah akan menjadi racun bagi ayang lain.
Ketinggian pikiran yang membedakan manusia dan seluruh alam.[]Steemit.com/@peradabandunia
Banda Aceh, 12 Januari 2018.
Thayeb Loh Angen



