Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaInspirasiTeknoHidup Pintar di...

Hidup Pintar di Era Digital

TAPAKTUAN – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Sabtu, 31 Juli 2021 pukul 09.00–12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Hidup Pintar di Tengah Dunia Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen pelajar, mahasiswa, dan guru, dihadiri oleh sekitar 739 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Gushevinalti, M.Si, Dosen Bidang Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital; Dhini Gilang Prasasti, S.I.Kom., M.E., Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik; Sofyanto, Penulis, Penggerak, dan Kreator; dan Ainun Mardhiah, A.Md., S.Pd, Penyuluh Antikorupsi, Asesor Kompetensi PAK/Guru SMK Tritech Informatika Medan. Andromeda Mercury sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Mohammad Abuemas yang bertanya seringkali terjadi perbedaan standar etika dalam dunia digital terutama antara generasi tua dan generasi muda, apakah ada standar yang memang ditetapkan untuk menentukan level etika minimal di dunia digital? Lalu bagaimana seseorang dapat dikatakan beretika dalam dunia digital, dan juga seseorang dapat dikatakan tidak beretika dalam dunia digital?

Narasumber Gushevinalti, M.Si menanggapi kecakapan digital merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki. Kita harus tau apa resiko yang akan kita dapatkan, sehingga penting bagi kita untuk memiliki kemampuan untuk melindung diri kita. Tidak semua informasi yang kita dapat adalah informasi yang benar.

Sumber informasi berasal dari media massa dan media sosial, hati hati dengan sumber yang tidak jelas, karena sumber yang tidak jelas tidak ada filterisasi. Kita sudah difasilitasi dengan berbagai platform, tergantung apakah kita bisa menggunakannya dengan benar atau tidak. Ketika kita sudah terjun ke dunia maya, kita sudah siap untuk mendapatkan resiko.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Selatan. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril)

Baca juga: