Dalam Islam dikenal adanya tahnik atau peucicap. Yaitu salah satu perkara yang dianjurkan oleh baginda nabi. Tahnik merupakan melolohkan kurma yang sudah dikunyah oleh orang tuanya atau orang salih atau salihah dengan menggerak-gerakkan dari kiri ke kanan hingga merata di langit-langit mulut bayi dengan lembut seraya berdoa dan berzikir.

Hikmah Tahnik (Peucicap)

Persoalan dalam melolohkan (memasukkan) buah kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah perkara menakjubkan karena di dalamnya terdapat manfaat kesehatan yang besar.

Bahkan Rasulullah juga mentahnik dengan kurma dan ini sesuai dengan hadist berbunyi: telah disebutkan dari kisah Ummu Sulaim sebagai berikut. 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa putera Abu Thalhah sakit. Ketika itu Abu Thalhah keluar, lalu putranya tersebut meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah kembali, ia berkata, “Apa yang dilakukan oleh putraku?” Istrinya (Ummu Sulaim) malah menjawab, “Ia sedang dalam keadaan tenang.” Ketika itu, Ummu Sulaim pun mengeluarkan makan malam untuk suaminya, ia pun menyantapnya. Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi istrinya. Ketika telah selesai memenuhi hajatnya, istrinya mengatakan kabar meninggalnya puteranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah Saw dan menceritakan tentang hal itu.

Rasulullah pun bertanya, “Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama?” Abu Thalhah menjawab, “Iya.” Rasul lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.” Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki.

Anas berkata bahwa Abu Thalhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi Saw dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi Saw. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi Saw lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.”

Lantas Nabi Saw mengambil dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dengan meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan ‘Abdullah.

Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya. Terlebih dari itu hikmah melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan, dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.

 Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan

Kenapa baginda nabi menganjurkan kurma sebagai makanan dalam untuk peucicap ini? Walaupun dalam aktivitas ini tidak harus mesti kurma dan dibolehkan makanan atau lainnya, asalkan yang tidak boleh kena api dan rasanya manis seperti madu.

Di antara manfaat kurma untuk kesehatan yaitu menguatkan imunitas, mencerdaskan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan hemoglobin, meningkatkan jumlah trombosit, sumber multivitamin, antibakteri dan virus, baik untuk masa pertumbuhan dan mengatur kepadatan tulang, serta meningkatkan nafsu makan.

Kurma juga baik untuk memelihara ketajaman mata dan pendengaran, menenangkan dan menguatkan syaraf, menstabilkan jiwa anak, melancarkan BAB, mengobati cacingan, mengobati demam, flu dan batuk hingga menghaluskan kulit.[]