Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsHMI Komisariat FK...

HMI Komisariat FK Unsyiah Sorot Fenomena LGBT

BANDA ACEH – Fenomena Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang tengah ramai dibicarakan turut menjadi perhatian serius Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Kedokteran Unsyiah, Zainur Hafiz, mengatakan fenomena tersebut juga terdapat di Aceh meski masih terselubung.

“Fenomena LGBT ini sudah menjadi viral di dalam masyarakat,  jangan merasa kalau di Aceh tidak ada yang namanya kelompok LGBT, namun belum terpublikasi saja,” ujar Zainur melalui surat elektronik yang diterima portalsatu.com.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk bersama-sama menerapkan strategi demi sterilnya Aceh dari kaum-kaum yang menolak kodrat tersebut. 

“Kepada semua pihak, mari kita sama-sama berdiskusi dan mengambil kebijakan-kebijakan agar anak muda Aceh tidak terjerumus ke dalam lembah perzinaan itu,” ujarnya.

Terkait informasi yang mengatakan jika tindakan mencintai sesama jenis merupakan faktor genetik, menurut Zainur hal itu merupakan kesalahan besar dan pernyataan tersebut tidak mendasar.

“Tidak benar itu, tidak ada satu pun peneliti hebat yang mengungkapkan bahwa tindakan mencintai sesama jenis merupakan faktor genetik, memang penelitian beberapa tahun lalu terkait dengan faktor turunan (genetik) ini telah beredar, namun penelitinya sendiri merupakan seorang  gay, jadi penelitian ini tidak ada dasarnya, belum ada bukti yang valid dan ini hanya asumsi dia sajaa” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh generasi muda Aceh agar senantiasa menjunjung tinggi nilai ke-Islaman di dalam kehidupan, “agama bukan hanya menjadi dasar untuk beribadah saja, tetapi agama merupakan sebuah landasan yang wajib kita pegang secara utuh dalam seluruh sendi-sendi kehidupan,” katanya.[](ihn)

Baca juga: