BANDA ACEH Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Unsyiah menyatakan penolakan terhadap Ernest Prakasa, comic (sebutan untuk pelaku stand up comedy) yang direncanakan mengisi acara stand up comedy di Dayan Dawood Unsyiah pada 11 Maret 2017 mendatang.

Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Unsyiah Wanhar Lingga mengatakan, penolakan itu bukan tanpa alasan. Kicauan Ernest di Twitter beberapa hari lalu yang mengatakan dr. Zakir Naik sebagai aktor yang mendanai ISIS dinilai sebagai bentuk pelecehan pada ulama.

“Kita tidak butuh pelawak seperti Ernest yang menghina dan memitnah ulama, Boikot! Jangan sampai harga diri Rakyat Aceh diinjak-injak,” kata Wanhar melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Selasa, 7 Maret 2017.

Kicauan Ernest tersebut menjadi ramai di media sosial.

“Kita berharap kepada pihak penyelenggara Shine Group dan Himapol Unsyiah agar membatalkan jadwal ini, kalau tidak kita sendiri yang akan turun untuk memboikot acara tersebut,” ujar Wanhar.

Pada 5 Maret lalu Ernes berkicau di Twitternya terkait pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan ulama asal India dr. Zakir Naik. “JK dengan hangat menjamu Zakir Naik, org yg terang2an mendanai ISIS. Sulit dipahami.” Begitu bunyi kicauan Ernest. Tweet tersebut langsung mendapat reaksi dari netizen yang menilai Ernes telah kebablasan.

Mengutip lansiran detik.com, Ernest sendiri telah menyampaikan permohonan maafnya terkait hal ini.

Berkaitan dgn twit saya ttg Zakir Naik & ISIS, berikut adalah salah satu artikel yg saya kutip:,” tulis Ernest dalam akun twitternya @ernestprakasa seperti dilihat detikcom Senin (6/3/2017), dengan menampilkan situs yang menjadi sumbernya.

Ernest menyebutkan artikel dalam sumber tersebut melacak aliran dana dari Zakir Naik ke salah seorang anggota ISIS di Suriah. Aliran dana ini dikatakan terkait teror bom di Dhaka.

“Setelah merenungkan, saya merasa saya salah karena terlalu percaya pada artikel tersebut tanpa riset yg lebih mendalam,” ujar Ernest di tweet berikutnya.[]