Oleh Taufik Sentana*

Belakangan, sejak Covid 19 melanda Indonesia banyak aktivitas yang terputus secara fisikal. Namun kemudahan teknologi memungkinkan pertemuan virtual dimanapun kita berada.

Dalam kanal resminya, Ust Abd Somad menampilkan pertemuan dan bincang santainya dengan pengacara kondang Hotman Paris, Ahad, 14 Juni 2020.

Pada awal sesi, kedua saling mengkonfirmasi (bertukar-canda) bahwa, walau secara keyakinan mereka berbeda agama, tetapi keduanya tidak terjebak pada kebencian dan saling curiga. Sehingga keduanya tampak menikmati dialog. Sedang UAS memang sudah menyiapkan bekal soalan yang akan ia tanyakan pada Bang Hotman nantinya.

Dari rekaman dialog santai itu, ada beberapa poin 'pengakuan' Bang Hotman kepada UAS yang tak pernah kita dengar dan dapat kita jadikan pelajaran:

Pertama, Hotman Paris dan 9 orang saudaranya termasuk dalam keluarga berada sedari kecil, setidaknya untuk tingkat kecamatan. Namun ia terlatih untuk disiplin dan kerja keras.

Kedua, diantara hal yang ia sesali adalah tak sempat memeriksakan gejala darah tinggi ibunya, hingga akhirnya meninggal. Padahal mengecek darah itu sangat mudah, dan luput dari perhatiannya.

Ketiga, sempat stress dan berniat bunuh diri saat bekerja di Bank Indonesia karena capek mempelajari hukum niaga dan semacamnya. Ia tersadar ketika mendengar tukang becak yang masih bisa tertawa gembira.

 Padahal belakangan, pengalaman di BI  itulah yang menyebabkannya banyak memenangkan kasus besar perihal kasus hukum perbankan.

Keempat, kunci suksesnya : tujuan hidup, berani ambil resiko, konsisten/total/ngotot, relasi dan sikap sosial serta selalu berfikir di luar kotak dan menjaga kualitas dengan kerja keras.

Kelima, pendidikan keluarga dan keteladanan  termasuk yang utama selain mengandalkan pendidikan formal. Ketiga anaknya sedang bergelut dalam dunia pengacara dan masih dalam.bimbingannya.

Keenam, ia mengaku belum sepenuhnya bahagia. Karena masih tergiur dengan tawaran materi dan belum bisa lepas dari pekerjaannya (pensiun). Sementara, walau sedang berenangpun ia masih berfikir bagaimana memenangkan kasus ini dan kasus itu.

Ketujuh, ada sesi konsultasi gratis di warung kopi Joni, itu cara dia berbagi dan itu bahkan membuatnya lebih terkenal karena akan jadi berita bila ada artis yang datang.

Kedelapan, secara ekonomi, pasca pandemi ini akan banyak kasus tentang kepailitan dalam dunia usaha yang membutuhkan jasa pengacara. Menurutnya, beberapa pengusaha itu menetap di di Singapura.

Kesembilan, gayanya yang nyentrik dan seakan pamer kekayaan, hanyalah agar ia PD, karena dengan penampilannya itu orang orang yang memerlukan jasanya akan membayar mahal. Disamping tetap memperhatikan jam terbang (pengalaman) dan kualitas layanan.

Lalu dalam sesi penutup, keduanya berjanji akan bertemu tatap muka langsung. Dan Bang Hotman Paris pasti menjumpai Ust Abd Somad bila ia ke Riau.[]

*Pegiat Literasi Digital