BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Perantauan Syekh Hamzah Fansuri (HPP-SHaF) Subulussalam Banda Aceh mendesak Wali Kota Subulussalam untuk segera mencabut Irwan Yasin dari jabatannya sebagai Kadis Pendidikan Kota Subulussalam.
Tuntutan itu diajukan karena kepala dinas Pendidikan Kota Subulusalam yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kadis ini juga dinilai tidak benar dalam menyalurkan beasiswa. Hal tersebut disampaikan oleh HPP-SHaF dalam aksi demontrasi yang berlangsung di Depan Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh, Senin, 21 November 2016 siang.
“Kami meminta Kadis Pendidikan diganti, di bawah kepimimpinan beliau sangat banyak program-program yang tidak dilanjutkan, kemudian tingkat prestasi pendidikan di Subulussalam sangat menurun, buktinya pada saat ini pendidikan di Subussalam rapor merah, kata Koordinator aksi, Ali Akbar, kepada wartawan.
Ada tiga hal yang dituntut dalam aksi ini pertama, meminta kepada pemerintah kota Subulussalam agar segera memperjelas dana beasiswa kota Subulussalam untuk mahasiswa yang berada diluar daerah kota Subulussalam.
Kedua, meminta kepada pemerintah kota Subulussalam agar segera membentuk komisi penyaluran beasiswa sebagaimana yang telah disepakati pada rapat evaluasi penyaluran beasiswa yang diadakan oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam pada bulan Desember 2015 yang lalu.
Ketiga, meminta kepada walikota dan DPRK subulussalam agar segera mencopot jabatan kepala dinas pendidikan kota Subulussalam, karena dianggap tidak mampu dalam menjalankan program-program pendidikan di Kota Subulussalam.
Dalam aksi ini, mahasiswa juga turut membentangkan spanduk dan karton yang berisi tuntutan-tuntutan terhadap kepala Dinas Pendidikan Subulussalam dan pemerintah Kota Subulussalam lainnya. Aksi ini mendapatkan perhatian dari pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.[]



