SUKA MAKMUE – Cuaca hujan yang melanda Nagan Raya dan sekitarnya sejak pagi hingga malam hari tadi Minggu, 16 Oktober 2016 mengakibatkan aktifitas masyarakat terganggu. Para petani karet mengaku merugi akibat hujan dengan intensitas ringan hingga besar selama beberapa hari ini menguyur Nagan Raya.

Ramlah, seorang petani karet mengaku ia dan suaminya hampir empat hari tak bekerja karena cuaca yang tidak menentu.

“Ka rap peuet uroe hana jeuet lon jak keurija, dek, geutah (karet) yang kalheueh kamoe sie pih hana jeuet ngui le ka jicok le ie (hampir empat hari saya tidak bisa bekerja karena hujan, karet yang sudah di deres pun habis di makan air,” katanya kepada portalsatu.com, Minggu, 16 Oktober 2016.

Selain itu, ia juga mengatakan tidak tau harus bekerja apa selama cuaca hujan ini melanda lantaran mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari hari hanya didapatkan dari hasil menderes karet.

“Kamoe pih cuma keurija bak lampoh gob dengan cara bagi hasil, cuma meuteume bacut, meunyoe ujeuen lagee nyoe paling han cuma peu iri- irit mangat sep breueh (kami pun cuma bekerja di kebun orang dengan upah bagi hasil, cuma dapat sedikit, kalau hujan seperti ini palingan kami cuma bisa mengirit ngirit stok beras agar cukup,” ungkapnya.

Selain Ramlah petani karet yang merugi, hujan juga sangat menggangu aktifitas para ibu rumah tangga di Nagan Raya.

“Hari ini saja kami tidak dapat ke mana-mana lantaran hujan, mau beli keperluan saja tidak bisa padahal hari ini hari pasar,” kata Aqiaturahma, seorang ibu rumah tangga, Minggu, 16 Oktober 2016.[]