BLANGKEJEREN – Mantan Bupati Dua periode Kabupaten Gayo Lues H. Ibnu Hasim mendesak Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2030 segera melakukan mutasi, jangan sampai mutasi ditunda lantaran ada kata-kata Nyaya (red gayo: Tidak enak).
“Mutasi merupakan hal yang harus dilakukan dalam suatu organisasi guna memberikan semangat baru bagi staf dengan tujuan agar cita-cita organisasi dapat tercapai sesuai rencana,” kata H. Ibnu Hasim melalui pesan WhatsApp, Rabu, 12 Maret 2025.
Dalam organisasi Pemerintah kata H. Ibnu Hasim yang kini duduk sebagai anggota DPRK, pimpinan organisasi adalah jabatan politik yang mempunyai bermacam janji kepada masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disadari atau tidak disadari, pimpinan Pemerintah disemua tingkatan memerlukan strategi dalam memeneg pemerintahannya untuk mencapai tujuan sesuai janji politiknya. Terutama menempatkan pembantunya dalam menjalankan roda pemerintahannya.
“Kriteria atau syarat untuk menentukan pembantunya, diantaranya adalah penilaian atas kepercayaan dan kecakapan dalam mengemban tugas sesuai maksud dari pimpinan yang dituangkan dalam tujuan organisasi. Sulit atau rasa ragu bagi pemimpinan memilih antara kepercayaan dan kecakapan. Namun demikian, pemimpin harus punya ketegasan dan tidak perlu ragu untuk mengambil suatu keputusan,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman H. Ibnu Hasim saat memimpin dulu, mengambil suatu keputusan dalam pemerintahan sudah pasti ada sifat rasa Nyaya (red gayo: tidak enak), namun mutasi harus dilakukan dengan memberikan pilihan kepada orang yang dipercaya dapat melaksanakan tugas atas rekam jejaknya.
“Ketika saya dilantik menjadi Bupati Pertama Kabupaten Gayo Lues melalui pemilihan Langsung pada tanggal 6 Maret 2007. Pada tanggal 13 Maret 2007 saya melantik kepala kepala SKPK dan tidak satu kepala Dinaspun yang saya berhentikan kecuali saya rotasi ke SKPK yang lain, dan ada satu kepala SKPK dialihkan tugas ke fungsional karena sudah melewati umur jabatan struktural,” ujarnya.
Untuk jabatan dibawahnya, Ibnu Hasim mempercayakan kepada kepala SKPK untuk mengusulkannya. Hal ini guna menciptakan keharmonisan kepala SKPK dan stafnya dalam mengelola organisasi yang dipimpinnya sehingga tugas-tugas yang diberikan berjalan dengan baik.
“Satu tahun kemudian tepatnya tanggal 13 Maret 2008 kembali saya rotasi dengan pertimbangan hasil evaluasi selama satu tahun. Alhamdulillah dalam jabatan sepuluh tahun Bupati jabatan sekda diisi dua orang yaitu bapak H. Abubakar Djasbi, dan bapak H. Thalib, begitu juga dengan kepala Keuangan dan lain lain, kecuali adanya jabatan pensiun,” katanya.
Dengan demikian kata Ibnu Hasim, sebagai saran, mutasi ini perlu segera dilakukan guna memberikan kepastian dan menciptakan semangat kerja bagi staf.[]





