Sering kata menduduki digunakan seperti pada contoh di atas. Contoh lain, juara dunia Jerman menduduki ranking 1 FIFA, atau Indonesia menduduki juara kelima di SEA GAMES 2015. Namun, benarkah penggunaan kata menduduki pada kedua contoh tersebut?

Secara kebahasaan, kalimat seperti itu dapat mengundang pertanyaan orang. Mengapa Icuk menduduki juara I; lalu, juara I itu siapa?

Bandingkan dengan kalimat Bapak Pulan menduduki Menteri Perburuhan. Mengapa Bapak Pulan menduduki Menteri Perburuhan, lalu Menteri Perburuhan itu sebenarnya siapa?

Agar pertanyaan itu tidak muncul, kalimat tersebut harus direvisi menjadi Icuk Sugiarto meraih gelar Juara I dalam kejuaraan ini atau Icuk Sugiarto menjadi Juara I dalam pertandingan ini.[]