BANDA ACEH – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyarankan Pemerintah Aceh menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jika kurva positif virus corona di Aceh terus meningkat.
Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman, mengatakan angka penambahan kasus positif Covid-19 di Aceh terus bertambah. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh.
IDI Aceh mengajukan saran untuk penerapan pembatasan bertahap, hingga target positif rate 5 persen.
“Kita punya rasio angka positif rate hampir 12 persen. Jadi kalau kita memeriksakan 100 sampel, maka 11 sampai 12 positif. Mestinya kita di bawah dari angka 5 persen. Jadi kalau 100 sampel kita periksa, maka barangkali di bawah 5 angka positifnya,” kata Safrizal Rahman saat dihubungi portalsatucom, Kamis, 13 Agustus 2020.
Safrizal menyampaikan, kalau dengan pembatasan awal tidak mampu mengurangi lonjakan kasus positif, maka pihaknya menyarankan Pemerintah Aceh menerapkan PSBB.
Surat rekomendasi IDI Aceh tersebut bernomor 594/IDIACEH/VIII/2020 tertanggal 10 Agustus 2020, berisi pembatasan aktivitas bisa dimulai dengan gerakan bekerja di rumah (Work From Home/WFH) guna menghindari keramaian dan penularan dari tempat kerja.
Apabila Gerakan WFH belum mampu menurunkan laju pertambahan kasus positif Covid-19, maka perlu diberlakukan jam malam untuk mengurangi keramaian di malam hari, terutama di ruang publk seperti kafe dan warung kopi.
Apabila jumlah kasus positif terus meningkat, maka perlu dipertimbangkan pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2.[]



