BerandaIII atau ke-III?

III atau ke-III?

Populer

Dalam tradisi tulis menulis cukup sering kita menggunakan kata bilangan yang menyatakan peringkat, misalnya ketiga atau kedua puluh satu. Terkadang untuk mempercepat penulisan, kata-kata tersebut ditulis dengan menggunakan angka Arab atau Romawi.

Ketika kata-kata yang menyatakan peringkat itu ditulis dengan huruf, sepertinya tak ada masalah yang muncul. Persoalan baru terjadi manakala kata tersebut ditulis dengan angka. Model penulisannya pun beragam. Ada yang menulis ke-3, ke3, ke 3 (bila ditulis dengan angka Arab), tak sedikit pula yang menulis ke-III, ke III.

Berdasarkan keragaman penulisan itu, timbul pertanyaan secara Ejaan yang Disempurnakan manakah yang benar?

Bila lambang bilangan tingkat ditulis dengan angka Arab, penulisannya haruslah ke-3 (menggunakan ke sebagai tanda angka itu menyatakan peringkat, diikuti tiga dan ditulis serangkai). Begitu pula bila hendak menulis kedua puluh satu: ke-21.

Lain halnya bila angka tersebut angka Romawi. Bukanlah ke-III yang benar, melainkan III. Kalau dipakai dalam kalimat, misanya anak III, bukan anak ke-III. Mengapa demikian? Ini karena angka Romawi memang sudah menyatakan peringkat. Artinya, di dalam III sudah mengandung kata ke- yang menyatakan peringkat. Jadi, bila ditulis anak III, bacanya adalah anak ketiga, bukan anak tiga.  Begitu pula dengan abad kedua puluh satu, ditulis abad XXI, bukan abad ke-XXI.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya