“Janganlah, pak. Masa' ijazah sarjana universitas negeri, tapi profesi jualan mie Aceh,” pinta seorang pemuda.
“Jika begitu, apakah ijazah atau rezeki yang berguna buat hidupmu?” tanya saya
Sahabat!!!
Ada sebagian di antara kita. Memilih menjaga gengsinya. Dibanding jalan mendapat rezeki. Bahkan, ada sebagiannya lebih memilih berpakaian necis. Walau hidup serba sulit. Penghasilan pas-pasan. Yang penting kerja kantoran. Walau honorer di kantor pemerintah.
Ijazah misalnya, malah menjadi penghalang kita berkreasi. Menghalang pintu rezeki. Aneh bukan? Padahal, sebagian besar orang kaya drop out.
Gengsi atau harga diri yang terlanjur tinggi. Sesungguhnya upaya kita membunuh jalan sukses kita. Menghentikan kita berkreasi dan mengekplorasi diri. Padahal, sesungguhnya pendidikan bertugas membebaskan kita.
Bukan malah menghentikan kita. Untuk menjadi orang kreatif. Ujungnya ijazah atau gengsi itu menjadi penyakit buat hidupmu. Sebab dengannya kamu harus menyiksa diri.
Tempuhlah pendidikan sebaik mungkin. Tapi ijazah bukan untuk membentengi diri di ruang gelap. Jangan matikan proses pendidikan Anda dengan selembar ijazah.[]



